Akurat
Pemprov Sumsel

Kardinal Suharyo Sampaikan Pesan Paus Leo: Doa Pemimpin yang Menghendaki Perang Tak Akan Didengar Tuhan

Moehamad Dheny Permana | 5 April 2026, 16:37 WIB
Kardinal Suharyo Sampaikan Pesan Paus Leo: Doa Pemimpin yang Menghendaki Perang Tak Akan Didengar Tuhan
Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo.

AKURAT.CO Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, kembali mengingatkan pesan damai yang disampaikan Paus Leo XIV dalam merespons konflik yang terus bergejolak di Timur Tengah.

Kardinal Suharyo menuturkan, saat pertama kali menyampaikan pesan dari mimbar Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV langsung menekankan pentingnya perdamaian dunia.

“Kalimat pertama yang beliau sampaikan adalah, ‘Semoga damai Tuhan menyertai seluruh dunia ini’,” ujar Kardinal Suharyo dalam konferensi pers Paskah 2026 di Jakarta, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, pernyataan tersebut mencerminkan komitmen kuat Paus dalam mengupayakan perdamaian selama masa kepemimpinannya.

Ia menegaskan, Gereja Katolik tidak memiliki kekuatan militer dalam menghadapi konflik global. Namun, gereja memiliki kekuatan moral yang bersumber dari iman.

“Paus tidak memiliki angkatan bersenjata atau persenjataan. Yang dimiliki adalah keteguhan moral sebagai implikasi dari iman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kardinal Suharyo mengungkapkan bahwa Paus Leo XIV juga menyampaikan pesan tegas kepada para pemimpin dunia yang memilih jalan perang.

Baca Juga: Hasan Nasbi ke Saiful Mujani: Jangan Ngaku Pejuang Demokrasi Kalau Tak Paham Esensinya

“Dengan kata-kata yang sangat keras, beliau mengatakan doa para pemimpin yang memaklumkan perang tidak akan didengarkan oleh Tuhan,” ujarnya.

Ia menilai pesan tersebut sebagai peringatan serius bagi umat manusia, sekaligus refleksi moral atas berbagai konflik yang terjadi saat ini.

Kardinal Suharyo juga menegaskan bahwa perang yang berlangsung di berbagai belahan dunia merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip yang dijunjung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Perang tidak menghasilkan apa pun selain dampak buruk, bukan hanya bagi bumi, tetapi juga bagi kemanusiaan,” tegasnya.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh umat Katolik di dunia untuk terus mendoakan perdamaian. Ia meyakini, di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, harapan akan tetap ada.

“Di tengah kegelapan, selalu ada terang. Kalau bukan cahaya besar, setidaknya lilin kecil yang tetap menerangi kemanusiaan,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.