Akurat
Pemprov Sumsel

Parlemen RI Kecam Perang Global, Desak Gencatan Senjata Tanpa Syarat

Putri Dinda Permata Sari | 6 April 2026, 23:34 WIB
Parlemen RI Kecam Perang Global, Desak Gencatan Senjata Tanpa Syarat
Anggota Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tanjung. (Akurat.co/Putri Dinda Permata Sari)

AKURAT.CO Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia yang tergabung antara anggota DPR dan DPD RI, menyampaikan sikap tegas terhadap konflik global yang kian meluas, termasuk mengecam agresi militer dan mendesak gencatan senjata segera.

Hadir dalam deklarasi, yakni Anggota Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tanjung; Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay; Anggota Komisi II DPR, Mardani Ali Sera; legislator PKB Eva Monalisa; anggota Komisi II DPR, Ahmad Irawan; hingga senator Muhammad Nuh.

Dalam deklarasi yang dibacakan Doli, parlemen Indonesia menolak perang sebagai instrumen politik dan menyerukan penghentian konflik tanpa syarat di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah.

Baca Juga: DPR-DPD RI Inisiasi Kaukus Perdamaian Dunia, Siap Lakukan Diplomasi Global

"Menegaskan bahwa perang bukan solusi yang sah dalam penyelesaian konflik internasional dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional," ujar Doli saat membacakan deklarasi, dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Kaukus ini juga secara khusus menyoroti eskalasi konflik di Lebanon yang berdampak langsung pada pasukan perdamaian PBB, termasuk kontingen Indonesia yang gugur dalam misi UNIFIL.

"Mengutuk keras serangan terhadap pasukan UNIFIL yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI dan menuntut jaminan keamanan penuh bagi seluruh peacekeepers," tegasnya.

Selain itu, parlemen Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan konflik global, serta memperkuat perlindungan terhadap warga sipil.

Baca Juga: Serangan Iran ke Pusat Data Amazon: Target Baru atau Efek Samping Konflik?

Kaukus juga menekankan pentingnya de-eskalasi konflik di Timur Tengah demi menjamin keamanan pelaksanaan ibadah haji, serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi multilateral. "Mendorong diplomasi, dialog konstruktif, dan mekanisme multilateral yang inklusif sebagai jalan utama penyelesaian konflik," kata Doli.

Deklarasi ini disebut sebagai komitmen moral dan politik parlemen Indonesia untuk berada di garis depan dalam perjuangan perdamaian dunia, sekaligus penghormatan atas pengorbanan prajurit TNI yang gugur dalam misi internasional.

Doli menegaskan, langkah ini akan terus diperluas dengan menggalang dukungan seluruh anggota DPR dan DPD RI serta mendorong pemerintah mengambil sikap lebih tegas di kancah global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.