Wamensos Ungkap Urgensi Sekolah Rakyat: Ada Orang Tua Bersujud Agar Anaknya Bisa Sekolah

AKURAT.CO Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem.
Dia pun menceritakan temuan lapangan yang semakin menguatkan urgensi program tersebut. Bahkan, banyak orang tua yang memohon agar anaknya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat.
"Kami menemukan anak-anak yang tidak mau pulang karena tidak ada makanan di rumah. Ada orang tua yang sampai bersujud, memohon agar anaknya bisa masuk Sekolah Rakyat. Artinya program ini sangat dibutuhkan," ujar Agus, dikutip Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Wamensos Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di PTDI–STTD Bekasi, Fasilitas Memadai Ala Sekolah Kedinasan
Dia mengatakan bahwa Sekolah Rakyat juga sebagai sarana untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin. Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada lagi anak yang turun ke jalan atau putus sekolah karena kemiskinan.
Selain itu, dia turut mengapresiasi Kementerian Perhubungan atas dukungan yang diberikan melalui Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI–STTD), Bekasi, Jawa Barat yang akan dijadikan lokasi Sekolah Rakyat.
"Kami berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan. Sinergi ini sangat penting untuk percepatan Sekolah Rakyat. Untuk kali ini kami bersyukur bisa memanfaatkan fasilitas pendidikan milik Kemenhub," ujarnya.
Dengan bertambahnya lokasi baru di Jabodetabek, dia berharap kapasitas penampungan siswa Sekolah Rakyat dapat segera meningkat.
Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat di Aceh Titip Surat untuk Prabowo: Kami Janji Belajar dengan Sungguh-sungguh
"Kalau fasilitas ini dimanfaatkan, kita bisa menambah ratusan siswa lagi. Mudah-mudahan pada Juli 2026 kapasitasnya bisa mencapai lebih dari 1.000 siswa di titik-titik rintisan Jabodetabek," pungkasnya.
Pada 2025, Kemensos telah mengoperasikan 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan di 34 provinsi. Selain itu, 104 Sekolah Rakyat Permanen tengah dibangun oleh Kementerian PU dan 100 lokasi tambahan disiapkan pada tahun 2026.
Adapun, jumlah siswa saat ini sekitar 15.000 dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 30.000 pada tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









