Akurat
Pemprov Sumsel

Kelas Internasional Poltekkes Siapkan Tenaga Kesehatan Berdaya Saing Global

Ayu Rachmaningtyas | 10 April 2026, 13:33 WIB
Kelas Internasional Poltekkes Siapkan Tenaga Kesehatan Berdaya Saing Global
Wamen P2MI, Christina Aryani, saat meninjau kegiatan belajar mengajar di Poltekkes Aceh. (Kementerian P2MI)

AKURAT.CO Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mendorong penguatan peran Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan di Aceh sebagai pusat pengembangan talenta tenaga kesehatan yang siap bersaing di pasar global.

Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, mengapresiasi keberadaan kelas internasional yang dimiliki Poltekkes Aceh, baik untuk program studi keperawatan maupun kebidanan.

"Ini menjadi langkah strategis karena mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi teknis tetapi juga kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Jepang," ujar Christina, dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, penguasaan bahasa menjadi salah satu faktor kunci meningkatkan daya saing tenaga kesehatan Indonesia bekerja di luar negeri secara profesional dan prosedural.

Selain bahasa asing, penguatan ekosistem penempatan tenaga kesehatan juga akan didukung lewat pembentukan Migrant Center di lingkungan poltekkes.

Baca Juga: Coping Mechanism Sehat: Kunci Mengelola Stres dan Menjaga Kesehatan Mental

"Hal ini sejalan dengan kerja sama antara Kementerian P2MI dan Kementerian Kesehatan, Poltekkes Aceh akan menjadi salah satu titik pengembangan Migrant Center. Ini penting untuk memudahkan akses informasi terkait peluang kerja luar negeri, persyaratan, hingga kesiapan kompetensi," jelas Christina.

Ia menekankan nantinya kehadiran Migrant Center memperkuat peran institusi pendidikan sebagai bagian dari ekosistem penyiapan pekerja migran Indonesia, khususnya di sektor kesehatan.

Selama ini, Poltekkes Aceh telah mencetak lulusan yang berhasil bekerja di berbagai negara, seperti Uni Emirat Arab, Jepang, Qatar, Jerman, hingga Taiwan.

"Kami akan terus mendorong kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk memastikan tenaga kesehatan Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar global," kata Christina.

Baca Juga: Aspek Penguatan Kesehatan Mental dan Spiritual Harus Masuk RUU Sisdiknas

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.