Perkuat Nasionalisme di Era Digital, BPIP Ajak Generasi Muda Teladani Kepemimpinan Try Sutrisno

AKURAT.CO Memperingati 40 hari wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, nilai-nilai keteladanan kepemimpinannya kembali diangkat dalam dialog bertajuk “Membangun Nasionalisme di Era Digital: Refleksi Kepemimpinan Try Sutrisno” yang disiarkan oleh TVRI Jawa Barat.
Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Tonny Agung Arifianto, menegaskan, sosok Try Sutrisno merupakan figur pemimpin yang relevan untuk dijadikan panutan, terutama dalam menghadapi tantangan nasionalisme di tengah era digital.
“Beliau selalu menanamkan bahwa keberhasilan tidak diukur dari jabatan atau kekayaan, melainkan dari kemampuan mengemban amanah dan memberi manfaat bagi bangsa,” ujar Tonny, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, integritas, dan tanggung jawab yang diwariskan Try Sutrisno menjadi fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.
Tonny menilai, perkembangan teknologi dan informasi saat ini membawa tantangan besar terhadap nasionalisme.
Arus informasi yang cepat dan tanpa batas berpotensi memengaruhi pola pikir, sikap, hingga moral generasi muda.
“Kita tidak bisa membendung arus informasi. Yang perlu dilakukan adalah memperkuat karakter dan literasi digital agar generasi muda tidak kehilangan jati diri kebangsaannya,” tegasnya.
Dalam upaya tersebut, BPIP mendorong penguatan literasi digital berbasis empat pilar utama, yakni digital skill, digital ethics, digital safety, dan digital culture.
Pada aspek digital culture, nilai-nilai Pancasila ditekankan sebagai landasan dalam berinteraksi di ruang digital.
“Teladan Pak Try menunjukkan bahwa nasionalisme tidak berhenti pada simbol, tetapi tercermin dalam sikap, etika, dan tanggung jawab. Ini yang harus kita bawa ke ruang digital,” jelas Tonny.
Sebagai langkah konkret, BPIP telah menjalankan berbagai program strategis, mulai dari penyusunan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, hingga program sosialisasi seperti goes to school dan goes to campus.
BPIP juga menggandeng kreator digital dan influencer untuk menjangkau generasi muda secara lebih luas.
Tonny menambahkan, refleksi atas kepemimpinan Try Sutrisno menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa harus dimulai dari pembentukan karakter.
“Bangunlah jiwanya terlebih dahulu, baru raganya. Kekuatan bangsa terletak pada karakter warganya,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum ini sebagai refleksi bersama untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“Mari lanjutkan warisan nilai beliau dengan menjadi generasi yang berintegritas, bijak bermedia sosial, dan berkomitmen menjaga Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Baca Juga: Canva Perkuat AI dan Otomatisasi Marketing Lewat Akuisisi Simtheory dan Ortto
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










