Disorot Publik, BGN Tegaskan Anggaran EO Rp113 M untuk Jaga Kualitas dan Percepatan Program

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan, penggunaan jasa Event Organizer (EO) merupakan langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan program di fase awal pembentukan lembaga tersebut.
Penjelasan ini disampaikan menyusul sorotan publik terhadap anggaran sekitar Rp113 miliar untuk jasa EO.
Menurut Dadan, sebagai lembaga baru, BGN masih dalam tahap membangun sistem, struktur organisasi, dan tata kelola operasional.
Dalam kondisi tersebut, sumber daya internal belum sepenuhnya siap untuk menangani kegiatan berskala besar secara mandiri.
“BGN saat ini masih dalam fase awal penguatan kelembagaan. Karena itu, dukungan pihak profesional seperti EO menjadi kebutuhan agar program tetap berjalan optimal,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Ia menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan seperti kampanye publik, sosialisasi nasional, hingga bimbingan teknis membutuhkan keahlian khusus dalam manajemen acara.
Peran EO dinilai penting untuk memastikan seluruh proses berjalan profesional, terstruktur, dan tepat waktu.
“EO memiliki pengalaman dalam perencanaan, koordinasi vendor, pelaksanaan teknis, hingga mitigasi risiko. Ini yang belum sepenuhnya dimiliki BGN saat ini,” jelasnya.
Baca Juga: KAI Pakai Biosolar B40, Emisi Kereta Lebih Rendah dan Ramah Lingkungan
Selain aspek teknis, penggunaan EO juga dinilai mendukung tertib administrasi dan keuangan.
Seluruh proses pengadaan, pembayaran, hingga pelaporan kegiatan dapat terdokumentasi secara sistematis, sehingga memudahkan pengawasan dan audit.
Dadan menegaskan, kegiatan yang ditangani EO bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional, termasuk pelatihan penjamah makanan untuk meningkatkan keamanan pangan.
“Kualitas penyelenggaraan sangat menentukan efektivitas penyampaian pesan kepada masyarakat. EO membantu mengemas program agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas,” katanya.
Dari sisi efisiensi, penggunaan EO dinilai lebih rasional dibandingkan membangun tim internal dalam waktu singkat.
Proses pengembangan kapasitas internal membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, sementara program harus segera dijalankan.
“EO menjadi solusi jembatan agar program tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” tambahnya.
Meski demikian, Dadan memastikan seluruh penggunaan anggaran dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta terbuka untuk pengawasan internal maupun eksternal.
“Setiap pengeluaran dilaksanakan sesuai regulasi dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Baca Juga: 7 Tips Ampuh Persiapan UTBK 2026 Agar Lulus Kampus Impian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











