Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Golkar: Perlu Tidaknya Tergantung Presiden

AKURAT.CO Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menguat belakangan ini. Sejumlah nama mulai menjadi perbincangan hangat.
Namun, Partai Golkar menegaskan bahwa keputusan reshuffle kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto selaku pemegang hak prerogatif.
Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengaku belum mengetahui kabar pasti terkait rencana reshuffle kabinet, yang disebut-sebut akan terjadi dalam waktu dekat.
"Saya tidak tahu, itu kan wewenang presiden. Nanti tergantung presiden merenung, perlu tidak ya reshuffle ya, gitu. Begitulah kira-kira," ujar Sarmuji kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Dia juga menyebut belum mendapatkan informasi di internal partai, termasuk dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang baru saja mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan luar negeri.
Baca Juga: Hadiri Musda VI Golkar Malut, Bahlil Minta Kader Hadirkan Solusi Nyata untuk Rakyat
"Tidak, saya belum. Saya belum ketemu ketua umum setelah ketua umum mendampingi presiden ke Rusia dan Prancis. Mudah-mudahan nanti malam saya ketemu ketua umum. Mudah-mudahan," jelas Sarmuji.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, buka suara soal isu reshuffle Kabinet Merah Putih. Tanpa menjelaskan panjang lebar, ia hanya meminta publik untuk menunggu.
"Tunggu saja," ucapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026).
Seskab Teddy juga tidak menjawab secara gamblang ketika ditanya apakah reshuffle kabinet akan dilakukan pada bulan ini.
"Nanti bapak presiden yang akan menceritakan," katanya.
Baca Juga: Golkar Kritisi Narasi Chaos Oleh JK: Jangan Bikin Rakyat Makin Panik dan Marah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










