Akurat
Pemprov Sumsel

Kepercayaan Publik Capai 75,1 Persen, Kepemimpinan Prabowo Kuat di Tengah Tekanan Global

Putri Dinda Permata Sari | 17 April 2026, 14:29 WIB
Kepercayaan Publik Capai 75,1 Persen, Kepemimpinan Prabowo Kuat di Tengah Tekanan Global
Presiden Prabowo Subianto

AKURAT.CO Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai 75,1 persen, berdasarkan survei Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 2–8 Maret 2026.

Angka tersebut dinilai mencerminkan kuatnya kepemimpinan Prabowo di tengah tekanan global.

Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menyebut capaian itu sebagai indikator keberhasilan Prabowo menjaga stabilitas nasional di tengah gejolak geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi dan fiskal.

Baca Juga: KSAD Lapor Prabowo, Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah di Sumatera Telah Rampung

"Kepuasan publik yang tinggi di tengah gejolak timur tengah dan ancaman kelangkaan energi serta tekanan terhadap APBN kita adalah capaian istimewa. Survei Poltracking ini menunjukkan kepemimpinan Presiden Prabowo mampu menghadapi situasi ini dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional," ujar Eddy melalui keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, kepemimpinan Prabowo terlihat dari kemampuannya menjaga arah kebijakan tetap fokus pada kepentingan nasional, meski dihadapkan pada risiko krisis energi global.

Dia juga menyoroti langkah diplomasi luar negeri yang dilakukan Prabowo, yang dinilai berorientasi pada penguatan ketahanan ekonomi, terutama di sektor energi. Salah satunya melalui kerja sama dengan Rusia, untuk memastikan pasokan energi nasional tetap aman.

"Terakhir beliau berhasil menjalin kerja sama dengan Rusia dalam upaya memenuhi kebutuhan energi nasional. Ini langkah yang tepat untuk memastikan Indonesia masuk zona aman dalam kebutuhan energinya," jelasnya.

Baca Juga: Prabowo Gelar Ratas, Integrasikan Hasil Kunker Eropa dengan Program Strategis Nasional

Wakil Ketua Umum PAN ini menilai, pendekatan tersebut membuat Indonesia relatif lebih siap dibandingkan sejumlah negara lain yang terdampak langsung oleh ketegangan di kawasan Selat Hormuz, seperti Filipina, Thailand, Singapura, hingga Pakistan.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, Eddy menilai Prabowo juga tetap mendorong agenda jangka panjang, termasuk transisi menuju energi terbarukan guna memperkuat kemandirian energi nasional.

"Kami di MPR RI terus mendukung berbagai komitmen Presiden Prabowo untuk memperbesar bauran energi terbarukan melalui berbagai rencana kebijakan. Dengan energi terbarukan kita akan mengurangi secara signifikan ketergantungan terhadap impor energi di satu sisi dan di sisi yang lain menciptakan energi yang bersih dan memenuhi hak masyarakat untuk lingkungan hidup yang sehat," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.