Akurat
Pemprov Sumsel

Penyelesaian dari Hulu, Pentingnya Kesadaran Masyarakat untuk Memilah Sampah

Siti Nur Azzura | 20 April 2026, 20:29 WIB
Penyelesaian dari Hulu, Pentingnya Kesadaran Masyarakat untuk Memilah Sampah
Founder & Chief Executive Officer Waste4Change, Muhammad Bijaksana Junerosano.

AKURAT.CO Persoalan sampah di Indonesia menjadi masalah lama yang tak kunjung selesai. Tempat pemrosesan akhir (TPA) yang penuh hingga minimnya pengelolaan sampah menjadi masalah serius bagi pemerintah.

Meski pemerintah telah mewajibkan TPA open dumping di Indonesia ditutup, namun kebijakan ini dinilai terlambat karena jumlah sampah yang sudah melebihi kapasitas. Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup mencatat hanya 25 persen sampah yang dikelola.

Founder & Chief Executive Officer Waste4Change, Muhammad Bijaksana Junerosano, mengatakan masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Seluruh lapisan masyarakat juga harus turut andil dalam pengelolaan sampah.

Baca Juga: Penanganan Sampah dan Kebutuhan Hunian Masih Jadi PR Pemprov Jakarta

"Data menegaskan hanya sebagian kecil sampah yang didorong ulang atau dikompos, sisanya langsung dibuang. Artinya sebagian besar sampah tidak pernah dipilah atau dikurangi sejak dihasilkan. Akhirnya apa? Berakhir di TPA yang terbuka," kata Seno, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, masalah sampah harus dibenahi dari hulu. Masyarakat perlu memilah sampah yang akan dibuang. Dengan demikian sampah tidak akan tercampur, dan proses daur ulang akan lebih mudah.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membersihkan File Sampah di Laptop Agar Tidak Lemot? Ini Panduan Lengkapnya

"Krisis sampah ini karena pengolahan sampah kita terlalu hilir sentris. Nanti saja, solusinya di belakang. Padahal sejak dari depan, kalau jadi masalah, masalahnya makin besar di belakang. Harusnya dari depan itu sudah harus benar. Yaitu apa? Wajib dipilah, wajib dikelola dengan baik, dan lain-lain," jelasnya.

Dia meyakini, dengan penyelesaian dari hulu maka TPA tidak lagi kelebihan kapasitas, bahkan bisa berkurang. Selain itu, dampak buruk dari sampah juga bisa ditekan.

"Bantargebang itu luasnya 110 hektare. Kalau ini bisa berkurang 70 persen karena kita pilah sampah dan mengolah sampah, berarti sekitar 70 hektare harusnya bisa buat sekolah, rumah sakit, dan lain-lain," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.