Penyelesaian dari Hulu, Pentingnya Kesadaran Masyarakat untuk Memilah Sampah

AKURAT.CO Persoalan sampah di Indonesia menjadi masalah lama yang tak kunjung selesai. Tempat pemrosesan akhir (TPA) yang penuh hingga minimnya pengelolaan sampah menjadi masalah serius bagi pemerintah.
Meski pemerintah telah mewajibkan TPA open dumping di Indonesia ditutup, namun kebijakan ini dinilai terlambat karena jumlah sampah yang sudah melebihi kapasitas. Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup mencatat hanya 25 persen sampah yang dikelola.
Founder & Chief Executive Officer Waste4Change, Muhammad Bijaksana Junerosano, mengatakan masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Seluruh lapisan masyarakat juga harus turut andil dalam pengelolaan sampah.
Baca Juga: Penanganan Sampah dan Kebutuhan Hunian Masih Jadi PR Pemprov Jakarta
"Data menegaskan hanya sebagian kecil sampah yang didorong ulang atau dikompos, sisanya langsung dibuang. Artinya sebagian besar sampah tidak pernah dipilah atau dikurangi sejak dihasilkan. Akhirnya apa? Berakhir di TPA yang terbuka," kata Seno, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, masalah sampah harus dibenahi dari hulu. Masyarakat perlu memilah sampah yang akan dibuang. Dengan demikian sampah tidak akan tercampur, dan proses daur ulang akan lebih mudah.
Baca Juga: Bagaimana Cara Membersihkan File Sampah di Laptop Agar Tidak Lemot? Ini Panduan Lengkapnya
"Krisis sampah ini karena pengolahan sampah kita terlalu hilir sentris. Nanti saja, solusinya di belakang. Padahal sejak dari depan, kalau jadi masalah, masalahnya makin besar di belakang. Harusnya dari depan itu sudah harus benar. Yaitu apa? Wajib dipilah, wajib dikelola dengan baik, dan lain-lain," jelasnya.
Dia meyakini, dengan penyelesaian dari hulu maka TPA tidak lagi kelebihan kapasitas, bahkan bisa berkurang. Selain itu, dampak buruk dari sampah juga bisa ditekan.
"Bantargebang itu luasnya 110 hektare. Kalau ini bisa berkurang 70 persen karena kita pilah sampah dan mengolah sampah, berarti sekitar 70 hektare harusnya bisa buat sekolah, rumah sakit, dan lain-lain," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






