Geopolitik Global Memanas, Indonesia Harus Perkuat Kedaulatan dan Konsisten Bebas Aktif

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menekankan pentingnya Indonesia memperkuat kedaulatan nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Dalam paparannya, Dia menyoroti sejumlah konflik internasional yang belum mereda, seperti perang antara Rusia dan Ukraina, serta meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Menurutnya, konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun menunjukkan adanya keterlibatan banyak pihak di luar dua negara tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Naik ke USD4.850, Geopolitik Masih Jadi Penopang
"Kalau hanya Rusia dan Ukraina, seharusnya konflik ini sudah selesai sejak lama. Namun faktanya, ada suplai persenjataan, teknologi, hingga personel dari berbagai negara," ujar Dave, dalam diskusi bertajuk 'Memperkuat Kedaulatan Bangsa di Era Dinamika Persaingan Global', di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Dia juga menyoroti fenomena keterlibatan warga negara asing dalam konflik bersenjata sebagai tentara bayaran, termasuk dari Indonesia, yang tergiur imbalan finansial tinggi namun menghadapi risiko besar.
Di kawasan Timur Tengah, eskalasi konflik terbaru menunjukkan dinamika yang kompleks, meskipun stabilitas internal Iran tetap terjaga karena kuatnya ideologi negara tersebut.
"Pergantian kepemimpinan di Iran berlangsung cepat. Ini menunjukkan mereka tidak mengkultuskan individu, tetapi mengedepankan ideologi," katanya.
Situasi geopolitik global turut berdampak pada sektor ekonomi, terutama melalui kenaikan harga minyak dunia. Namun, dia mengapresiasi langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang dinilai mampu menjaga stabilitas melalui kebijakan fiskal.
Baca Juga: Hadapi Geopolitik Global dan El Nino, Pramono Siapkan Relaksasi Pajak hingga Pengembangan EBT
"Pemerintah mampu menahan dampak kenaikan harga minyak dengan pengelolaan APBN," ujarnya.
Selain itu, Dave mengingatkan adanya ancaman hibrida yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional, termasuk dinamika di kawasan Laut China Selatan serta ketegangan antara China dan Taiwan.
Dia menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif di tengah persaingan kekuatan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








