Akurat Logo

Menhan Kumpulkan Pati dan Purnawirawan TNI, Tekankan Strategi Pertahanan Berbasis Konstitusi

Ayu Rachmaningtyas | 24 April 2026, 13:12 WIB
Menhan Kumpulkan Pati dan Purnawirawan TNI, Tekankan Strategi Pertahanan Berbasis Konstitusi
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, menggelar pertemuan dengan para Perwira Tinggi (Pati) dan purnawirawan TNI.

AKURAT.CO Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, menggelar pertemuan dengan para Perwira Tinggi (Pati) dan purnawirawan TNI guna memperkuat sinergi dalam mendukung program pemerintah serta arah pembangunan kekuatan pertahanan negara.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jumat (24/4/2026), Menhan menegaskan pentingnya landasan konstitusi dan kepentingan nasional dalam merumuskan strategi pertahanan.

Sjafrie menyampaikan bahwa selama hampir dua tahun terakhir, Kementerian Pertahanan bersama TNI telah bekerja sama dalam membangun kekuatan pertahanan, khususnya penguatan tubuh Tentara Nasional Indonesia.

“Selama hampir dua tahun ini, kami bekerja bersama-sama dalam pembangunan kekuatan pertahanan negara, khususnya kekuatan TNI,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa pemerintah selama ini tidak banyak membuka informasi terkait pembangunan pertahanan kepada publik. Hal tersebut, menurutnya, dilakukan karena adanya kebutuhan pengelolaan informasi yang bersifat strategis.

“Pembangunan pertahanan negara memang memerlukan kehati-hatian dalam publikasi karena berkaitan dengan aspek strategis,” jelasnya.

Karena itu, pertemuan dengan para purnawirawan dinilai penting sebagai sarana komunikasi sekaligus forum untuk menyerap masukan strategis dari para senior.

“Kami ingin bersilaturahmi dengan para sesepuh dan purnawirawan TNI untuk mendapatkan masukan dalam pembangunan pertahanan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie menyoroti dua prinsip fundamental yang menjadi dasar pembangunan pertahanan negara.

Baca Juga: Nama Dicatut Oknum, Kemenperin Tegaskan Tidak Terlibat SPK Fiktif

Pertama, berlandaskan konstitusi, yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua, berorientasi pada kepentingan nasional sebagai prinsip utama dalam tata kelola pertahanan.

“Strategi pertahanan negara tidak lepas dari prinsip konstitusi dan kepentingan nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, kedua prinsip tersebut merupakan warisan nilai historis dari generasi Angkatan 45 yang hingga kini menjadi pijakan dalam pengabdian kepada negara.

Menutup pertemuan, Sjafrie menyampaikan apresiasi kepada para purnawirawan yang hadir dan berkontribusi dalam memberikan pandangan strategis.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan masukan dari para purnawirawan TNI dalam forum ini,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.