Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Salurkan Bantuan Dana untuk Perbaiki 31.007 Rumah Rusak Akibat Bencana Sumatera

Ayu Rachmaningtyas | 25 April 2026, 18:45 WIB
Pemerintah Salurkan Bantuan Dana untuk Perbaiki 31.007 Rumah Rusak Akibat Bencana Sumatera
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyalurkan bantuan dana perbaikan rumah rusak akibat bencana di Sumatera.

AKURAT.CO Pemerintah menyalurkan bantuan perbaikan rumah untuk kategori rumah rusak ringan dan rusak akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Progres penyaluran ini terlihat dari gelontoran dana bantuan perbaikan rumah yang meningkat di setiap pekan, untuk percepatan perbaikan rumah penyintas bencana yang rusak ringan dan rusak sedang.

"Adapun rinciannya, di Aceh bantuan perbaikan rumah telah menjangkau 15.192 unit rumah rusak ringan dan 11.069 unit rumah rusak sedang dengan total nilai bantuan Rp559,950 miliar," kata Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga: Krisis Air Bersih Pascabencana: Dari Krisis ke Harapan, Peran Adira Finance Hadirkan Solusi Nyata

Di Sumut, bantuan telah disalurkan kepada 2.332 rumah rusak ringan dan 1.228 rumah rusak sedang dengan total nilai bantuan Rp71.820 miliar. Sementara di Sumbar, bantuan telah diberikan kepada 811 unit rumah rusak ringan dan 375 rumah rusak sedang dengan total nilai Rp23,415 miliar.

Dengan total Rp 655,18 miliar yang telah tersalurkan untuk stimulan perbaikan sebanyak 31.007 unit rumah, melanjutkan penyaluran bertahap yang pada 17 April 2026 mencapai Rp537,22 miliar untuk 26.849 unit rumah.

Menurutnya, bantuan perbaikan rumah diberikan langsung kepada pemilik rumah sebagai dana stimulan, agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumah mereka secara mandiri. Besaran bantuan yang diberikan senilai Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.

Selain itu, untuk membantu kembali menata kehidupan penyintas bencana, pemerintah juga memberi bantuan berupa uang isi hunian senilai Rp3 juta dan juga stimulan ekonomi senilai Rp5 juta per kepala keluarga.

Bantuan lain berupa jaminan hidup (jadup) juga terus digelontorkan pemerintah untuk menjamin kebutuhan dasar harian penyintas bencana, senilai Rp15 ribu per orang per hari.

"Tadinya, Kemensos memberikan hanya untuk rusak berat. Tapi saya sampaikan saja ke (Mensos Saifullah Yusuf) rusak sedang dan rusak ringan kita bantu semua. Akhirnya, dikeluarkan bantuan oleh Kemensos," ujarnya.

Baca Juga: wondr Kemala Run 2026, BNI Ajak Peserta Berlari Sambil Berdonasi untuk Korban Bencana

Capaian percepatan penyaluran bantuan perbaikan rumah ini dilakukan secara paralel dengan pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara), untuk menjamin hunian layak bagi penyintas bencana yang rumahnya rusak berat atau hilang.

Data Satgas PRR per 24 April 2026 mencatat, kebutuhan huntap di tiga provinsi terdampak diproyeksikan mencapai 39.171 unit. Sebanyak 241 unit huntap telah rampung dibangun dan 1.493 unit lainnya dalam proses pembangunan.

Rinciannya, di Aceh telah selesai dibangun 104 unit huntap dari total 29.026 unit, dengan 645 unit dalam proses pembangunan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.