Akurat Logo

Basarnas: Dalam 12 Jam, Seluruh Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Selesai Dievakuasi

Ayu Rachmaningtyas | 28 April 2026, 14:06 WIB
Basarnas: Dalam 12 Jam, Seluruh Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Selesai Dievakuasi
Proses evakuasi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

AKURAT.CO Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memastikan proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur telah selesai sejak pagi pukul 08.00 WIB.

Dengan bantuan tim SAR wilayah, TNI, Polri, dan relawan lainnya, seluruh korban dapat dievakuasi dalam waktu kurang dari 12 jam sejak kejadian.

"Saya sampaikan jam 8 tadi pagi seluruh korban sudah kita temukan. Sehingga jam 9 saaya selaku SAR koordinator sudah mendikler kepada seluruh yang terlibat dalam operasi SAR terhadap kecelakaan kereta ini saya nyatakan selesai," kata Syaffii saat dihubungi Akurat.co, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Puan Minta Keamanan Jalur Kereta Diperbaiki

Meski demikian, proses lainnya seperti penyebab kecelakaan selanjutnya akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dalam proses evakuasi ini, Basarnas telah mengerahkan hampir 50 personel dalam penanganan kecelakaan yang memerlukan metode evakuasi khusus. Sedangkan, tim awal bergerak cepat dari unit terdekat sebelum diperkuat oleh tim khusus.

"Kalau dari Basarnas tentunya dari Kantor SAR Jakarta, tetapi pada saat awal kejadian, memang unit yang ada di Bekasi itu yang datang duluan, karena itu sebenarnya tidak jauh dari kantor SAR sehingga 10 menit sudah berangkat dari kantor dan kira-kira tidak lebih dari 30 menit sudah sampai," jelasnya.

Baca Juga: KAI Ubah Jadwal Operasional Kereta Api Usai Kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, Simak Lengkapnya

Dia menjelaskan, kondisi di lapangan membutuhkan penanganan khusus, sehingga Basarnas mengerahkan tim tambahan dari unit elit Basarnas Special Group.

Selain itu, tidak semua personel dapat masuk ke area terdampak. Karenanya, evakuasi hanya dapat dilakukan oleh tim dengan perlengkapan khusus karena kondisi lokasi yang berisiko.

"Karena mengkondisikan perlu penanganan khusus, akhirnya Basarnas mengerahkan kekuatan dari Basarnas Special Group. Karena tidak semua yang bisa masuk ke gerbong. Itu adalah personel-personel yang memiliki perlengkapan khusus untuk melakukan penanganan tersebut," tegas dia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.