Basarnas: Dalam 12 Jam, Seluruh Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Selesai Dievakuasi

AKURAT.CO Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memastikan proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur telah selesai sejak pagi pukul 08.00 WIB.
Dengan bantuan tim SAR wilayah, TNI, Polri, dan relawan lainnya, seluruh korban dapat dievakuasi dalam waktu kurang dari 12 jam sejak kejadian.
"Saya sampaikan jam 8 tadi pagi seluruh korban sudah kita temukan. Sehingga jam 9 saaya selaku SAR koordinator sudah mendikler kepada seluruh yang terlibat dalam operasi SAR terhadap kecelakaan kereta ini saya nyatakan selesai," kata Syaffii saat dihubungi Akurat.co, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Puan Minta Keamanan Jalur Kereta Diperbaiki
Meski demikian, proses lainnya seperti penyebab kecelakaan selanjutnya akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Dalam proses evakuasi ini, Basarnas telah mengerahkan hampir 50 personel dalam penanganan kecelakaan yang memerlukan metode evakuasi khusus. Sedangkan, tim awal bergerak cepat dari unit terdekat sebelum diperkuat oleh tim khusus.
"Kalau dari Basarnas tentunya dari Kantor SAR Jakarta, tetapi pada saat awal kejadian, memang unit yang ada di Bekasi itu yang datang duluan, karena itu sebenarnya tidak jauh dari kantor SAR sehingga 10 menit sudah berangkat dari kantor dan kira-kira tidak lebih dari 30 menit sudah sampai," jelasnya.
Dia menjelaskan, kondisi di lapangan membutuhkan penanganan khusus, sehingga Basarnas mengerahkan tim tambahan dari unit elit Basarnas Special Group.
Selain itu, tidak semua personel dapat masuk ke area terdampak. Karenanya, evakuasi hanya dapat dilakukan oleh tim dengan perlengkapan khusus karena kondisi lokasi yang berisiko.
"Karena mengkondisikan perlu penanganan khusus, akhirnya Basarnas mengerahkan kekuatan dari Basarnas Special Group. Karena tidak semua yang bisa masuk ke gerbong. Itu adalah personel-personel yang memiliki perlengkapan khusus untuk melakukan penanganan tersebut," tegas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








