Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Ada di Tengah

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyoroti kasus tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, yang menelan korban meninggal hingga 15 orang.
Dia pun mengusulkan agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan evaluasi penempatan gerbong khusus perempuan. Di mana gerbong wanita dipindahkan ke tengah-tengah rangkaian, dari yang sebelumnya berada di gerbong pertama dan terakhir kereta.
"Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah jadi yang laki-laki di ujung, yang depan belakang itu laki-laki jadi yang perempuan di tengah," kata Arifah usai mengunjungi para korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Tragedi KRL Bekasi Timur: Karyawan Alice Norin Terpental Keluar Gerbong
Berdasarkan data sementara, korban sebanyak 55 orang dirujuk ke RSUD, 3 orang wafat, kemudian 15 sudah kembali ke rumah. Dia memastikan pemerintah menanggung seluruh biaya penanganan korban.
Selain penanganan medis, Kementerian PPPA menekankan pentingnya pemulihan psikologis korban. "Bukan hanya dalam hal medis tetapi pemulihannya baik secara psikologis karena kami melihat ada yang mengalami trauma dan ini perlu pendampingan lebih khusus," imbuhnya.
Pihaknya juga mendorong perusahaan tempat korban bekerja untuk dapat memberikan kelonggaran, sampai para korban dapat kembali pulih. Serta tetap memberikan hak-hal para korban sebagai pekerja.
"Kami berupaya agar perusahaan di mana mereka bekerja bisa memberikan keringanan sampai mereka pulih baru bisa masuk lagi ke tempat kerja. Tolong si korban ini sampai benar-benar pulih kemudian hak-hak sebagai pekerjanya dipenuhi dan begitu sehat bisa kembali kerja semula," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







