Pemerintah Dorong Penguatan Vokasi Berbasis Link, Match, and Meaning

AKURAT.CO Pemerintah terus mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan pentingnya penerapan prinsip link, match, and meaning dalam pendidikan vokasi.
Menurutnya, kerja sama antara dunia pendidikan dan industri tidak hanya harus relevan dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Tahunan Ketiga Aliansi Cina–Indonesia TVET Industri–Pendidikan (CITIEA) 2026 yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM.
“Kita harus benar-benar menyiapkan SDM yang unggul, yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Inilah yang kita dorong melalui konsep link, match, and meaning,” ujar Pratikno, Rabu (29/4/2026).
Ia menyoroti berbagai disrupsi global yang tengah terjadi, seperti perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, perubahan iklim, serta dinamika geopolitik.
Menurutnya, tantangan tersebut justru harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkuat inovasi dan kolaborasi antara pendidikan dan industri.
“Disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan geopolitik harus dilihat bukan hanya sebagai tantangan, tetapi sebagai peluang bagi perguruan tinggi dan industri untuk bersama-sama menghadirkan solusi bagi masyarakat,” jelasnya.
Pratikno mencontohkan sektor pertanian sebagai salah satu bidang yang membutuhkan inovasi berkelanjutan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian akibat perubahan iklim.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi petani, nelayan, serta memperluas akses pendidikan di daerah terpencil.
Selain itu, ia mengapresiasi penguatan kerja sama antara Indonesia dan China di bidang vokasi dan industri.
Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi langkah strategis dalam menyiapkan SDM yang mampu bersaing di tengah perubahan global.
“Kami mengapresiasi kerja sama antara asosiasi pendidikan vokasi di Indonesia dengan mitra di China, termasuk perusahaan-perusahaan dari kedua negara,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara sejumlah politeknik di Indonesia dan China.
Kerja sama ini mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, penyelenggaraan kegiatan ilmiah, serta pengembangan program akademik dan budaya.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas SDM sekaligus meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








