Ribuan Buruh Padati Monas, Tuntut Kesejahteraan dan Penghapusan Outsourcing

AKURAT.CO Massa buruh dari berbagai elemen serikat pekerja se-Indonesia terus berdatangan ke kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day).
Salah satu buruh asal Karawang, Jawa Barat, Sulis Irawan (37), mengaku sengaja datang ke Monas untuk memperingati May Day sekaligus menyuarakan harapan peningkatan kesejahteraan buruh. Dia optimistis pemerintah akan berpihak kepada pekerja.
"Saya yakin Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Ketenagakerjaan berpihak kepada nasib buruh di seluruh Indonesia," ujar Sulis di lokasi, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: Respons Tuntutan Buruh di May Day 2026, DPR Siap Bahas RUU Ketenagakerjaan
Dia menekankan pentingnya penerapan kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai acuan utama dalam penetapan upah buruh. Menurutnya, pemenuhan KHL akan berdampak langsung pada kinerja pekerja di perusahaan.
"Kita niat kerja itu buat cari nafkah, bertahan hidup. Ada anak istri, anak harus sekolah terus kebutuhan lainnya juga harus ada. Itu aja sih kalau kita buruh mintanya," katanya.
Hal serupa disampaikan buruh lainnya, Peri Nurdin (30), yang meminta Presiden Prabowo Subianto menepati janji kampanye terkait peningkatan kesejahteraan buruh. Dia menegaskan, dukungan buruh terhadap kebijakan pemerintah yang pro-pekerja.
"Kita minta cuma satu kesejahteraan untuk kami buruh. Buruh mendukung semua kebijakan Pak Prabowo yang mensejahterakan buruh," ujar Peri.
Selain soal upah, Peri juga menyoroti sistem outsourcing yang dinilai merugikan buruh. Dia berharap, pemerintah mengevaluasi bahkan menghapus praktik tersebut karena dinilai mempersempit peluang pekerja untuk menjadi karyawan tetap.
Baca Juga: Hari Buruh 2026, DPR Tekankan Keadilan Pekerja sebagai Kunci Kesejahteraan Rakyat
"Sekarang ini kontrak-kontrak terus, diangkat jadi karyawan tetap itu enggak mungkin. Ini mau bagaimana, yang ada makin banyak pengangguran," tuturnya.
Para buruh menilai pemenuhan KHL, penghapusan outsourcing, serta jaminan kesejahteraan merupakan hal mendasar yang harus diwujudkan pemerintah. Mereka berharap tuntutan tersebut dapat memberikan kepastian hidup yang lebih baik bagi keluarga.
"Kita cuma minta sejahtera biar yang di rumah nyaman dan tercukupi. Kalau itu semua sudah bisa, kita kerja juga enak," kata Peri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








