Akurat Logo

Komisi X DPR: Sektor Pendidikan di Bawah Kepemimpinan Prabowo Alami Perubahan Nyata

Ayu Rachmaningtyas | 3 Mei 2026, 13:00 WIB
Komisi X DPR: Sektor Pendidikan di Bawah Kepemimpinan Prabowo Alami Perubahan Nyata
Presiden RI Prabowo Subianto saat berdialog dengan siswa/siswi kelas 11 SMAN 11 Cilacap. (Biro Pers Setpres)

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai infrastruktur pendidikan menjadi salah satu instrumen pendidikan yang mengalami kemajuan signifikan di bawah kepimpinan Presiden Prabowo.

"Terkait penilaian saya terhadap kemajuan pendidikan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, saya dapat menyatakan bahwa telah terjadi arah perubahan yang nyata, meskipun tantangannya masih sangat berat," kata Lalu kepada wartawan, Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Dia mencontohkan pada tahun sebelumnya Indonesia hanya mampu merenovasi sekitar 17.000 sekolah, sementara pada tahun 2026 angka tersebut naik drastis menjadi 70.000 sekolah.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pendidikan hingga Keamanan Nasional

"Dan pemerintah menargetkan pada tahun 2028 seluruh sekolah di Indonesia akan selesai direnovasi," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong transformasi digital dengan memasang papan pintar atau smart board interaktif di ruang kelas, tunjangan guru non-ASN, dan meluncurkan program Sekolah Rakyat.

"Pada akhirnya, kesimpulan saya adalah bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran, serius dalam membenahi aspek infrastruktur pendidikan, namun kami akan terus mengawal SDM, yakni para guru, berjalan seimbang," jelasnya.

Kendati demikian, dia mengakui kualitas dan mutu pendidikan belum sepenuhnya merata serta mudah diakses secara adil oleh seluruh warga negara.

Masih ada kesenjangan antardaerah perkotaan dan daerah pedalaman, terutama di kawasan 3T. Sekalipun anggaran pendidikan yang secara nominal besar, namun kenyataanya belum mampu menjawab seluruh kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga: Hari Pendidikan Nasional

"Biaya distribusi guru dan fasilitas belajar di daerah terpencil lebih mahal dibandingkan di kota, sehingga banyak sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik dan infrastruktur," ucap Lalu.

Untuk itu, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk hadir bagi seluruh siswa diseluruh wilayah Indonesia. Kehadiran gedung yang baru tidaklah cukup menjadi tolak ukur dalam melihat pendidikan yang bermutu.

"Tetapi juga harus diiringi dengan kualitas belajar yang unggul bagi setiap anak bangsa," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.