Komisi X DPR: Sektor Pendidikan di Bawah Kepemimpinan Prabowo Alami Perubahan Nyata

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai infrastruktur pendidikan menjadi salah satu instrumen pendidikan yang mengalami kemajuan signifikan di bawah kepimpinan Presiden Prabowo.
"Terkait penilaian saya terhadap kemajuan pendidikan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, saya dapat menyatakan bahwa telah terjadi arah perubahan yang nyata, meskipun tantangannya masih sangat berat," kata Lalu kepada wartawan, Jakarta, Minggu (3/5/2026).
Dia mencontohkan pada tahun sebelumnya Indonesia hanya mampu merenovasi sekitar 17.000 sekolah, sementara pada tahun 2026 angka tersebut naik drastis menjadi 70.000 sekolah.
Baca Juga: Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pendidikan hingga Keamanan Nasional
"Dan pemerintah menargetkan pada tahun 2028 seluruh sekolah di Indonesia akan selesai direnovasi," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong transformasi digital dengan memasang papan pintar atau smart board interaktif di ruang kelas, tunjangan guru non-ASN, dan meluncurkan program Sekolah Rakyat.
"Pada akhirnya, kesimpulan saya adalah bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran, serius dalam membenahi aspek infrastruktur pendidikan, namun kami akan terus mengawal SDM, yakni para guru, berjalan seimbang," jelasnya.
Kendati demikian, dia mengakui kualitas dan mutu pendidikan belum sepenuhnya merata serta mudah diakses secara adil oleh seluruh warga negara.
Masih ada kesenjangan antardaerah perkotaan dan daerah pedalaman, terutama di kawasan 3T. Sekalipun anggaran pendidikan yang secara nominal besar, namun kenyataanya belum mampu menjawab seluruh kebutuhan riil di lapangan.
Baca Juga: Hari Pendidikan Nasional
"Biaya distribusi guru dan fasilitas belajar di daerah terpencil lebih mahal dibandingkan di kota, sehingga banyak sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik dan infrastruktur," ucap Lalu.
Untuk itu, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk hadir bagi seluruh siswa diseluruh wilayah Indonesia. Kehadiran gedung yang baru tidaklah cukup menjadi tolak ukur dalam melihat pendidikan yang bermutu.
"Tetapi juga harus diiringi dengan kualitas belajar yang unggul bagi setiap anak bangsa," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








