Akurat Logo

Harga Perak Antam 11 Mei 2026 Turun Rp250, Simak Daftar Harga Terbarunya

Titania Isnaenin | 11 Mei 2026, 12:29 WIB
Harga Perak Antam 11 Mei 2026 Turun Rp250, Simak Daftar Harga Terbarunya
Harga Perak Antam 11 Mei 2026.

AKURAT.CO ​Harga perak Antam pada perdagangan Senin (11/5/2026), mencatatkan penurunan sebesar Rp 250 menjadi Rp 51.450 per gram. ​

Pergerakan ini sejalan dengan melemahnya harga emas domestik namun justru berlawanan arah dengan tren kenaikan harga perak dunia.

Berikut detail harga komoditas logam mulia dan faktor ekonomi global yang mempengaruhinya hari ini.

Penurunan Harga Perak Antam Hari Ini

​Berdasarkan data terbaru dari laman resmi logammulia.com, harga perak produksi PT Aneka Tambang Tbk mengalami koreksi tipis pada awal pekan ini. ​

Baca Juga: Cara Menghindari Jeratan Utang Paylater agar Keuangan Tetap Aman

Harga perak yang sebelumnya dipatok Rp 51.700 kini turun ke level Rp 51.450 per gram. ​Antam menyediakan berbagai varian produk perak murni 99,95 persen bagi para investor. Berikut adalah rincian harga perak batangan per 11 Mei 2026:

  • Perak Batangan 250 Gram: ​Ditawarkan seharga Rp 13.387.500.

  • Perak Batangan 500 Gram: ​Dibanderol seharga Rp 25.850.000.

​Menariknya, penurunan harga di pasar domestik terjadi di tengah penguatan nilai perak di kancah internasional.

​Berdasarkan data tradingeconomics.com, harga perak global justru melonjak 2,5 persen ke level USD 80,32 per ounce. ​Sementara itu, harga perak di pasar spot tercatat naik 0,7 persen mencapai USD 80,88 per ounce pada periode perdagangan yang sama.

Dampak Penurunan Harga Emas Domestik

​Penurunan harga perak Antam hari ini tampaknya lebih dipengaruhi oleh sentimen negatif yang menekan harga emas Antam.

​Harga emas batangan 1 gram di Butik Emas Logam Mulia terpangkas signifikan sebesar Rp 20.000, sehingga kini berada di level Rp 2.819.000 per gram. ​Koreksi harga emas ini memicu aksi serupa pada instrumen logam mulia lainnya di pasar lokal.

​Tekanan pada harga emas dunia dipicu oleh lambatnya kemajuan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. ​

Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran inflasi berkelanjutan yang dapat memaksa Bank Sentral mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. ​

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.