Hantavirus Masuk Jakarta! Kemenkes Awasi WNA Kontak Erat Pasien dari Kapal Pesiar MV Hondius

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengonfirmasi adanya seorang warga negara asing (WNA) yang berdomisili di Jakarta dan sempat melakukan kontak erat dengan pasien kasus hantavirus tipe Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) dari klaster kapal pesiar MV Hondius.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan, WNA tersebut merupakan pria berusia 60 tahun yang diketahui berada dalam satu penerbangan dengan salah satu pasien terkonfirmasi hantavirus yang meninggal dunia.
Pasien perempuan berusia 69 tahun tersebut sebelumnya melakukan perjalanan dari Saint Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan, bersama WNA yang kini sedang dipantau otoritas kesehatan Indonesia.
“WNA tersebut berada dalam satu penerbangan dengan kasus kedua yang meninggal dunia akibat hantavirus HPS,” ujar Andi Saguni dalam konferensi pers daring, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, keduanya juga sempat menginap di hotel yang sama sebelum melanjutkan perjalanan menuju Johannesburg. Meski demikian, WNA tersebut hingga kini tidak menunjukkan gejala infeksi.
Kemenkes menyebut pria tersebut memiliki penyakit penyerta berupa hipertensi yang tidak terkontrol serta memiliki kebiasaan menggunakan vaping.
Andi menjelaskan, pemerintah bergerak cepat setelah menerima notifikasi dari International Health Regulations (IHR) National Focal Point Inggris pada 8 Mei 2026.
Baca Juga: OSL Indonesia Resmi Masuk Ekosistem ICEx Group, Perkuat Pasar Aset Digital Nasional
Sehari setelah laporan diterima, tim langsung melakukan investigasi epidemiologi dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
“Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan spesimen serum, urin, saliva, usap tenggorok, hingga darah lengkap,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium, pria tersebut dinyatakan negatif hantavirus. Namun, Kemenkes tetap melakukan pemantauan intensif di RSPI Sulianti Saroso sebagai langkah antisipasi.
“Hasil PCR menunjukkan negatif hantavirus. Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemantauan dan karantina dalam kondisi sehat tanpa gejala,” tegas Andi.
Kemenkes juga terus berkoordinasi dengan World Health Organization, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta, serta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memantau perkembangan situasi.
Sebelumnya, otoritas kesehatan Inggris melaporkan munculnya klaster severe acute respiratory illness di kapal pesiar MV Hondius pada 2 Mei 2026.
Hingga 10 Mei 2026 tercatat enam kasus konfirmasi, dua probable case, dan tiga kematian dengan case fatality rate mencapai 37,5 persen.
Kapal tersebut membawa 149 orang yang terdiri dari 88 penumpang dan 61 awak kapal dari 23 negara. Kemenkes memastikan tidak ada warga negara Indonesia di dalam kapal pesiar tersebut.
Perjalanan kapal dimulai dari Ushuaia. Kasus pertama dilaporkan mengalami gejala pada 6 April 2026 dan meninggal dunia di atas kapal pada 11 April 2026.
Sementara kasus kedua, yang merupakan istri pasien pertama, meninggal dunia setelah dievakuasi ke Johannesburg untuk menjalani perawatan.
Sejumlah kasus lain kemudian mulai muncul pada akhir April hingga awal Mei, sehingga memicu investigasi lebih lanjut terkait sumber dan pola penularan penyakit di kapal tersebut.
Baca Juga: Tren Olahraga Meningkat, Sepakbola Tetap Jadi Ruang Kebersamaan Masyarakat Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









