IHSG dan Rupiah Loyo, Menkeu: Fondasi Kita Bagus, Serok Bawah Sekalian!

AKURAT.CO Masyarakat dan pelaku pasar diminta tidak panik merespons pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mata uang rupiah belakangan ini.
Menurut Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, kondisi yang terjadi saat ini hanyalah dinamika pasar yang bersifat sementara. Di samping itu, ia memastikan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang bagus.
"Enggak apa-apa, nanti kita perbaiki kan. Jadi, fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen jangka pendek. Jadi, saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu," ujarnya, kepada wartawan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menkeu mengatakan, pemerintah bergerak cepat untuk meredam gejolak tersebut agar tidak berdampak luas pada stabilitas ekonomi nasional. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan melakukan intervensi langsung ke pasar keuangan guna menahan laju penurunan lebih lanjut.
Kementerian Keuangan mulai mengambil tindakan taktis dengan memperkuat posisi di pasar surat utang negara. Strategi ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif bagi para investor yang mulai khawatir terhadap potensi kerugian.
Baca Juga: Harga Kurs Dollar AS Hari Ini 18 Mei 2026 Naik, Rupiah Melemah hingga Rp17.630!
"Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Minggu lalu sudah masuk tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi. Sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi enggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," jelasnya.
Melalui langkah intervensi yang lebih agresif, pemerintah optimistis pergerakan nilai tukar rupiah akan mulai mendapatkan sentimen positif dan kembali bergerak stabil dalam waktu dekat.
Menkeu juga menepis kekhawatiran publik yang mulai membandingkan situasi koreksi pasar saat ini dengan volatilitas tinggi pada masa krisis moneter masa lalu. Ia menegaskan kondisi fundamental Indonesia saat ini jauh lebih kokoh dan sangat berbeda.
"Ini kan banyak sentimen. Kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti (tahun) 97-98 lagi. Beda, 97-98 itu kebijakannya salah dan instabilitas sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi. 97 pertengahan itu kita sudah resesi. Kita kan sekarang belum resesi, ekonomi masih tumbuh kencang. Jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semuanya," terangnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga kuat, pemerintah memiliki ruang manuver yang cukup luas untuk melakukan perbaikan kebijakan fiskal dan moneter guna menangkal dampak buruk sentimen global.
Baca Juga: Rupiah Anjlok hingga Rp17.500 per USD, Puan: Pemerintah dan BI Harus Antisipasi
Oleh karena itu, Menkeu mengimbau para investor domestik untuk melihat penurunan harga saham saat ini bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang investasi yang sangat baik untuk jangka panjang.
"Jadi, teman-teman enggak usah khawatir. Investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut, serok bawah sekalian," pesannya, menyemangati para pelaku pasar modal.
Secara analisis pergerakan pasar, penurunan ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Berdasarkan pemantauan terhadap grafik dan tren pergerakan modal, pembalikan arah atau rebound diproyeksikan segera terjadi.
"Kalau saya lihat teknikalnya, sehari dua hari sudah balik. Jadi, jangan lupa beli saham lagi," pungkas Menkeu optimistis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








