Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 21 Mei 2026

AKURAT.CO Mengetahui konversi tanggal Masehi ke Hijriah sangat penting bagi umat Islam di Indonesia untuk merencanakan ibadah harian maupun agenda penting lainnya.
Pada hari ini, Kamis (21/5/2026), banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai kepastian tanggal dalam kalender Islam, terutama karena adanya potensi perbedaan metode perhitungan.
Berikut penentuan tanggal Hijriah hari ini berdasarkan versi Kementerian Agama (Kemenag) RI serta versi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah?
Secara umum, berdasarkan kalender Islam yang diselaraskan untuk wilayah Indonesia, tanggal 21 Mei 2026 bertepatan dengan bulan Zulhijah 1447 Hijriah.
Namun, dikarenakan pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai sejak matahari terbenam (waktu Magrib), maka penanggalannya terbagi menjadi dua fase waktu dalam satu hari Masehi:
Pagi hingga Sore Hari (Sebelum Magrib): Masuk ke dalam tanggal 4 Zulhijah 1447 H.
Malam Hari (Setelah Magrib): Sudah memasuki tanggal 5 Zulhijah 1447 H.
Bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan (asyhurul hurum) dalam Islam karena di dalamnya terdapat ibadah Haji serta perayaan Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah).
Perbandingan Versi Kemenag RI vs PP Muhammadiyah
Di Indonesia, terdapat dua acuan utama yang paling sering diikuti oleh masyarakat dalam menentukan kalender Hijriah, yaitu versi Pemerintah melalui Kementerian Agama dan versi Organisasi Kemasyarakatan Muhammadiyah. Berikut adalah rincian penanggalan untuk tanggal 21 Mei 2026:
1. Versi Kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag)
Kementerian Agama RI menggunakan acuan Kriteria MABIMS baru (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Berdasarkan kriteria ini, awal bulan kamariah dihitung menggunakan metode gabungan antara hisab imkanur rukyat dan verifikasi lapangan (rukyatul hilal) dengan syarat minimal ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Berdasarkan Taqwim Standar Indonesia yang diterbitkan Kemenag, tanggal 21 Mei 2026 dipetakan jatuh pada 4 Zulhijah 1447 H (dan berubah menjadi 5 Zulhijah setelah waktu Magrib).
2. Versi Kalender Hijriah Muhammadiyah
Muhammadiyah memiliki sistem perhitungan mandiri yang didasarkan pada metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal.
Metode ini menetapkan bahwa bulan baru dimulai apabila ijtimak (konjungsi) sudah terjadi sebelum matahari terbenam, dan piringan bulan terbukti sudah berada di atas ufuk saat matahari tenggelam, tanpa melihat batasan derajat ketinggian tertentu.
Melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mulai diterapkan secara masif oleh Muhammadiyah, posisi tanggal 21 Mei 2026 terpantau sama dan selaras dengan kalender nasional, yakni berada pada 4 Zulhijah 1447 H di siang hari dan memasuki 5 Zulhijah 1447 H selepas Magrib.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









