Pacu Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah Matangkan Kebijakan Ekspor hingga Perpanjang WFH

AKURAT.CO Pemerintah bergerak cepat mengantisipasi dampak ketidakpastian global terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melaporkan sejumlah langkah strategis usai menggelar rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Fokus utama pertemuan tersebut membahas kesiapan regulasi teknis yang harus rampung sebelum memasuki bulan Juni.
Hal ini untuk memastikan instrumen kebijakan berjalan efektif di tengah situasi geopolitik yang masih fluktuatif.
"Tadi melaporkan ke Bapak Presiden terkait dengan rencana implementasi dari dua hal, yaitu pelaksanaan Devisa Hasil Ekspor yang berlangsung tanggal 1 Juni besok, dan juga pelaksanaan dari ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy yang dilaksanakan oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia," ujar Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Misbakhun: KEM PPKF 2027 Cerminkan Optimisme Ekonomi yang Terukur
Airlangga menekankan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci utama dalam penguatan kebijakan ini. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, hingga Bank Indonesia untuk menyelaraskan aturan main di lapangan.
"Tadi kami laporkan bahwa berbagai instrumen regulasi, baik dari permendag, dari BI, maupun dari menteri keuangan juga akan disiapkan dan akan, sebelum 1 Juni itu akan diselesaikan," katanya.
Pemerintah juga memastikan bahwa para pelaku usaha tidak akan berjalan tanpa panduan. Sosialisasi masif segera dilakukan untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan para eksportir serta asosiasi industri terkait kebijakan baru tersebut.
"Kemudian yang kedua juga sosialisasi kepada asosiasi juga akan dilakukan sore hari ini jam empat. Sehingga asosiasi-asosiasi yang terkait mengetahui kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah," jelas Airlangga.
Selain persoalan ekspor, rapat tersebut juga menyinggung mitigasi risiko ekonomi akibat konflik internasional yang belum mereda. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan work from home (WFH) demi menjaga produktivitas dan stabilitas konsumsi domestik.
Baca Juga: Herman Khaeron Optimistis Ekonomi RI Tumbuh Positif, Sepakat APBN 2027 Jadi Alat Lindungi Rakyat
"Kemudian juga tadi dibahas berbagai kebijakan yang akan diambil, termasuk kebijakan paket terkait dengan ekonomi ke depan dalam situasi seperti sekarang di mana perang belum berakhir, maka juga akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan," tuturnya.
Terakhir, pemerintah tengah meramu stimulus tambahan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Target utamanya adalah memastikan angka pertumbuhan ke depan tetap berada di jalur positif meski dihantam tekanan eksternal.
"Dan selain itu juga ada beberapa insentif yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah untuk mendorong agar ekonomi di kuartal kedua bisa bergerak," demikian Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







