Akurat Logo

Resmi Menjabat Kepala BGN, Nanik Gencarkan Efisiensi hingga Refocusing Program MBG

Moehamad Dheny Permana | 8 Juni 2026, 19:16 WIB
Resmi Menjabat Kepala BGN, Nanik Gencarkan Efisiensi hingga Refocusing Program MBG
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, memberikan keterangan usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: Akurat.co/Moehamad Dheny Permana

AKURAT.CO Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menegaskan komitmennya dalam mendorong kebermanfaatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui sejumlah langkah efisiensi.

"Kami concern pada efisiensi anggaran agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini. Tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi," kata Kepala BGN, Nanik S. Deyang, usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Ia menuturkan bahwa langkah awal dalam efisiensi ini adalah dengan melakukan moratorium untuk mengkaji kebutuhan ideal jumlah dapur untuk melayani penerima manfaat MBG.

Menurut Nanik, langkah ini menjadi bentuk penataan ulang untuk memetakan kebutuhan di setiap daerah.

"Kita tata apakah dapur ini melayani, ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya berlebihan," ujarnya.

Baca Juga: Momen Hangat Prabowo Santap MBG Bersama Siswa Sekolah Rakyat di Bali

Nanik bersama Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono, juga akan mengambil langkah untuk melakukan refocusing penerima manfaat.

Langkah ini untuk memastikan bahwa Program MBG nantinya dapat lebih menyasar penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan.

"Jadi, kita akan arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi. Ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini bener tuh 63 juta ini butuh. Atau sebetulnya bisa dikurangi kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh," jelasnya.

Di samping itu, Nanik menuturkan bahwa pihaknya akan berfokus kepada penguatan kualitas dari program MBG. Ia menegaskan upaya ini untuk memastikan dapur-dapur yang telah beroperasi saat ini telah berjalan dengan standar yang telah ada.

"Kami juga sudah sampaikan ke presiden, di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas tapi pada kualitas. Sehingga kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak," pungkasnya.

Baca Juga: BGN Tata Ulang Program MBG Lewat Efisiensi Anggaran hingga Penyaringan Penerima Manfaat

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.