Akurat Logo

Dudung Bantah Punya Dapur MBG: Saya Hanya Pertemukan Pesantren dengan BGN

Moehamad Dheny Permana | 10 Juni 2026, 23:59 WIB
Dudung Bantah Punya Dapur MBG: Saya Hanya Pertemukan Pesantren dengan BGN
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman.

AKURAT.CO Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, membantah tegas tudingan yang menyebut dirinya memiliki atau mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Dudung, namanya dikaitkan dengan program tersebut karena pernah membantu mempertemukan sejumlah pengurus pondok pesantren dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN).

"Satu hal saya ingin menyampaikan klarifikasi, ada berita Pak Dudung katanya punya titik melalui Pak Dadan," kata Dudung di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Dudung menjelaskan, beberapa waktu lalu sejumlah pengurus pesantren, di antaranya Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar, menyampaikan keinginan agar pesantren mereka dapat menjadi sasaran penerima manfaat program MBG.

Menurut dia, pesantren yang mengajukan diri memiliki jumlah santri yang besar sehingga dinilai berpotensi menjadi lokasi pembangunan dapur MBG.

"Karena di pesantren itu ada yang santrinya empat ribu sampai lima ribu orang, sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya," ujarnya.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Dudung kemudian membantu mempertemukan pihak pesantren dengan Kepala BGN saat itu, Dadan Hindayana, agar proses administrasi dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Baca Juga: Peran Nahdlatul Ulama dalam Masyarakat Indonesia: Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan

"Nah kemudian minta dikenalkan dengan Pak Dadan. Saya sampaikan, ini ada pesantren yang sudah siap secara administrasi," katanya.

Namun, Dudung menegaskan keterlibatannya hanya sebatas mempertemukan kedua pihak. Setelah itu, seluruh proses menjadi kewenangan pihak terkait.

"Mereka berhubungan, saya sudah tidak mengerti apa-apa," tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

Dudung mengaku sempat menanyakan perkembangan rencana tersebut kepada pihak BGN beberapa waktu lalu.

Namun hingga kini, menurut informasi yang diterimanya, proses pembangunan dapur MBG di pesantren yang dimaksud belum juga terealisasi.

"Nah waktu Pak Dadan ke sini beberapa minggu yang lalu, saya tanya bagaimana itu. Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai, dapurnya pun belum terbangun," ungkapnya.

Ia menilai tudingan yang berkembang muncul karena dirinya menjadi pihak yang menjembatani komunikasi awal antara pengurus pesantren dan BGN.

"Cuma karena saya yang minta tolong kepada Pak Dadan, akhirnya muncul seakan-akan Pak Dudung punya dapur," ujarnya.

Dudung kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki maupun mengelola dapur MBG di mana pun.

"Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek. Saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur," tegas Dudung.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Indonesia Berteman dengan Semua Negara demi Kepentingan Rakyat

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.