Akurat Logo

Waspada Kemarau Panjang 2026! Ini Daftar Wilayah yang Akan Terdampak

Nurma Nafisa Faradilla | 11 Juni 2026, 10:05 WIB
Waspada Kemarau Panjang 2026! Ini Daftar Wilayah yang Akan Terdampak
Musim kemarau. (Magnific)

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. Bahkan, sejumlah daerah diperkirakan memasuki musim kemarau lebih awal dibandingkan kondisi normalnya.

Selain datang lebih cepat, musim kemarau tahun ini juga diprediksi memiliki durasi yang lebih panjang. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah.

Baca Juga: Kalender Jawa 11 Juni 2026: Watak Weton Kamis Wage, Sosok Ambisius dengan Cita-Cita Tinggi

BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau dengan menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang biasa muncul saat cuaca kering berlangsung.

Musim Kemarau 2026 Meluas ke Ratusan Zona Musim

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa sepanjang Juni 2026 diperkirakan terdapat sekitar 198 Zona Musim (ZOM) atau setara dengan 31,60 persen wilayah daratan Indonesia yang memasuki musim kemarau.

Sementara itu, pada Juli 2026, tambahan sekitar 66 ZOM atau 7,28 persen wilayah daratan Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau.

Menurut BMKG, awal musim kemarau tahun ini menunjukkan kecenderungan lebih maju dibandingkan pola klimatologis normal. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi pada 308 ZOM, yang mencakup sekitar 39,77 persen wilayah Indonesia.

Kapan Puncak Musim Kemarau 2026?

BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia mulai bulan Juli hingga September 2026.

1. Puncak Kemarau Juli 2026

Wilayah yang diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada Juli antara lain:

  • Sebagian wilayah Sumatera

  • Sebagian kecil Kalimantan

  • Sebagian kecil Pulau Jawa

  • Nusa Tenggara Timur (NTT) bagian selatan

  • Sulawesi Barat bagian utara

  • Sulawesi Tengah bagian barat

  • Sebagian wilayah Maluku

  • Papua Barat Daya bagian selatan

  • Papua Barat bagian tengah

  • Papua bagian timur

BMKG mencatat sekitar 93 Zona Musim atau 12,26 persen wilayah daratan Indonesia akan mencapai puncak kemarau pada bulan ini.

2. Puncak Kemarau Agustus 2026

Agustus diprediksi menjadi periode dengan wilayah terdampak paling luas.

Daerah yang diperkirakan mencapai puncak musim kemarau meliputi:

  • Sumatera bagian tengah

  • Sebagian besar Pulau Jawa

  • Bali

  • Nusa Tenggara Barat (NTB)

  • Sebagian wilayah NTT

  • Sebagian besar Kalimantan

  • Sebagian Sulawesi

  • Sebagian Maluku

  • Maluku Utara bagian selatan

  • Sebagian besar Pulau Papua

Pada bulan ini, sebanyak 369 Zona Musim atau sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia diperkirakan mengalami puncak kemarau.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini 11 Juni 2026: Libra hingga Sagitarius Paling Beruntung dalam Asmara

3. Puncak Kemarau September 2026

Sementara itu, wilayah yang diprediksi mencapai puncak kemarau pada September meliputi:

  • Kepulauan Bangka Belitung

  • Sebagian besar Sumatera Selatan

  • Lampung

  • Sebagian kecil Pulau Jawa

  • Sebagian besar NTT

  • Kalimantan bagian selatan

  • Sebagian besar Sulawesi

  • Sebagian besar Maluku Utara

  • Sebagian wilayah Maluku

  • Papua Pegunungan bagian tengah

Jumlah wilayah yang mengalami puncak musim kemarau pada September diperkirakan mencapai 169 Zona Musim atau sekitar 25,41 persen luas daratan Indonesia.

Selain datang lebih awal di sejumlah daerah, BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan rata-rata normal setiap tahun.

Kemarau yang lebih panjang ini berpotensi menyebabkan penurunan cadangan air di beberapa wilayah, terutama daerah yang bergantung pada curah hujan sebagai sumber utama pasokan air.

Sektor pertanian menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. Petani disarankan menyesuaikan pola tanam dengan informasi iklim terbaru agar dapat meminimalkan risiko gagal panen akibat kekeringan.

Baca Juga: GAPKI Minta Pemerintah Matangkan Sistem Ekspor Sawit Satu Pintu

Baca Juga: Inflasi Terkendali, BI Andalkan Produksi dan Distribusi Pangan

FAQ

Apakah musim kemarau 2026 lebih panjang dari biasanya?

Ya. BMKG memprediksi durasi musim kemarau 2026 cenderung lebih panjang dibandingkan rata-rata normal di sejumlah wilayah Indonesia.

Kapan puncak musim kemarau 2026 terjadi?

Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli, Agustus, dan September 2026. Agustus menjadi bulan dengan cakupan wilayah terdampak paling luas.

Wilayah mana yang paling terdampak pada Agustus 2026?

Sebagian besar Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Apakah musim kemarau 2026 datang lebih awal?

Ya. BMKG menyebut sekitar 39,77 persen wilayah Indonesia diperkirakan memasuki musim kemarau lebih cepat dibandingkan kondisi normal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.