Mendikdasmen: Program MBG dan Papan Digital Dorong Motivasi Belajar Siswa

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemanfaatan papan digital di sekolah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Menurutnya, berbagai kajian menunjukkan program tersebut memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran siswa, hingga capaian akademik.
Dia mengatakan, MBG tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi instrumen penguatan pendidikan karakter yang telah diintegrasikan ke dalam berbagai modul pembelajaran.
Baca Juga: Pasar Respons Positif Penataan Anggaran MBG, IHSG Berpotensi Melaju ke 5.950
"Jadi kami menjadikan MBG sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Sudah kami terbitkan modul-modulnya dan sudah ada penelitian dari UI dan lembaga yang lainnya yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah dan juga terhadap capaian akademik," ujar Mu'ti, Jumat (12/6/2026).
Hingga 10 Juni 2026, cakupan penerima manfaat MBG terus meningkat dan telah menjangkau mayoritas siswa di Indonesia. Berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 80,7 persen siswa telah menerima manfaat program tersebut.
"Jadi dari 53 juta sekian murid, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG dan mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif baik dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah maupun dalam hubungannya dengan motivasi belajar dan juga prestasi akademik," katanya.
Selain program MBG, pemerintah juga terus mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Abdul Mu'ti menjelaskan, sepanjang 2025 pemerintah telah menyalurkan sebanyak 288.865 unit IFP yang kini telah digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
"Interactive Flat Panel tahun 2025 kami distribusikan untuk 288.865 IFP ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Sekarang sudah digunakan dan sudah ada penelitian yang menunjukkan dampak IFP terhadap kualitas pembelajaran dan juga terhadap motivasi belajar," ujarnya.
Baca Juga: Jupnas Gizi: Moratorium MBG dan Kasus di BGN Jadi Koreksi Tata Kelola Program Strategis Prabowo
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan.
Menurutnya, pembahasan yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari infrastruktur pendidikan hingga peningkatan kualitas tenaga pendidik.
"Saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa diskusi hampir dua jam lebih betul-betul pemerintah dan Bapak Presiden sangat concern terhadap masalah pendidikan, baik mengenai infrastrukturnya, kemudian peningkatan gurunya," ujar Prasetyo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





