Akurat Logo

Pemerintah Siapkan 870 Ribu Hektare Perkebunan Rakyat, Hibah untuk Para Petani

Moehamad Dheny Permana | 19 Juni 2026, 09:41 WIB
Pemerintah Siapkan 870 Ribu Hektare Perkebunan Rakyat, Hibah untuk Para Petani
Mentan, Amran Sulaiman, memastikan pemerintah terus menyalurkan bantuan langsung kepada petani untuk mendukung peningkatan produksi pangan dan perkebunan. Foto: Kementan

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan program pengembangan perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare sebagai bagian dari percepatan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan, pemerintah saat ini tengah mempercepat program hilirisasi komoditas perkebunan strategis, mulai dari kakao, kopi, kelapa, hingga tebu.

Program tersebut dijalankan bersama BUMN sektor pangan dan akan berlanjut hingga 2027.

"Kami bersama teman-teman semua, bersama BUMN pangan, kita melakukan akselerasi. Akselerasi hilirisasi dan tanam. Tanam kakao, kopi, kelapa, dan tebu," ujar Amran, usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Petani Papua Antusias Sambut Program Cetak Sawah Rakyat

Menurutnya, total luasan lahan yang disiapkan untuk program perkebunan rakyat mencapai 870 ribu hektare dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk seluruh kabupaten di Papua.

"Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu hektare, termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua," katanya.

Pemerintah juga terus menyalurkan bantuan langsung kepada petani untuk mendukung peningkatan produksi pangan dan perkebunan. Bantuan tersebut mencakup penyediaan traktor, pembangunan dan perluasan lahan sawah, hingga program cetak sawah baru yang diminta sejumlah pemerintah daerah, termasuk Papua Barat.

Selain memperluas areal tanam, pemerintah juga mempercepat pembangunan industri hilirisasi perkebunan. Untuk komoditas kelapa, misalnya, pabrik pengolahan telah dibangun di Maluku Utara dan ditargetkan bertambah pada tahun ini. Fasilitas serupa juga tengah dikembangkan di Morowali serta Indragiri Hilir.

"Selanjutnya hilirisasi kita kejar. Hilirisasi kelapa, pabriknya sudah terbangun di Maluku Utara satu, Insyaallah tahun ini mudah-mudahan selesai dua, kemudian di Morowali satu, dan Indragiri Hilir," jelasnya.

Baca Juga: Mentan Ultimatum 300 Perusahaan Sawit Soal Under Invoicing: Kita Harus Jaga Petani Kita

Amran mengatakan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan agar program hilirisasi terus dipercepat sembari mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem, termasuk El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi produksi pertanian nasional.

Ia menegaskan, program perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare tersebut akan diberikan kepada petani dalam bentuk hibah dan diharapkan mampu membuka peluang kerja baru di sektor pertanian dan perkebunan.

"Insyaallah perkebunan, sektor perkebunan yang tadi 870 ribu hektare itu untuk rakyat seluruh Indonesia, untuk petani kita. Itu hibah dan menciptakan lapangan kerja baru," pungkas Amran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.