Sekolah Rakyat NTT Wujud Nyata Pemerataan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda

AKURAT.CO Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.
Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir, sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di Indonesia Timur.
Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.
Baca Juga: Hasil PPPK Sekolah Rakyat 2026 Sudah Keluar, Ini Jadwal Sanggah hingga CAT BKN
Salah satu siswi yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica.
Siswi kelas VII tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.
"Perasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat," ujarnya.
Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.
Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.
Baca Juga: Mensos Bantah Sekolah Rakyat Kekurangan Guru: Hanya Beberapa Titik yang Butuh Tambahan Guru
"Terus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai," kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.
Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.
Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan diri.
"Saya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya," ujarnya.
Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.
"Kalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada," ujarnya.
Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.
Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.
"Supaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit," katanya menceritakan alasan ingin menjadi dokter.
Baca Juga: Gaji Guru Sekolah Rakyat 2026 Berapa? Ini Rincian Lengkap dan Tunjangannya
Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.
"Saya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.
"Terima kasih bapak presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP," ucap Ica.
Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Baca Juga: Cara Daftar PPPK Sekolah Rakyat Kemensos 2026, Ada 8.180 Formasi Guru dan Tendik
Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.
Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia: Intip Harga, Spesifikasi, dan Desain Kuning Ikoniknya!
- 2Link Live Streaming Portugal vs Uzbekistan Piala Dunia 2026, Nonton Resmi via MAXStream dan TVRI!
- 3Prediksi Skor Paraguay vs Australia 26 Juni 2026: Socceroos Selangkah Lagi ke 32 Besar, Paraguay Wajib Menang
- 4Jadwal Piala Dunia 24-25 Juni 2026 Lengkap dengan Jam Tayang
- 5Jadwal Piala Dunia Hari Ini 23 Juni 2026: Portugal Hingga Kroasia Main, Cek Jam Tayang Lengkap!
- 6AS Putuskan untuk Mengakhiri Otorisasi Operasi 'Tanpa Batasan' untuk Israel di Lebanon
- 7Prediksi Skor Republik Ceko vs Meksiko 25 Juni 2026: El Tricolor Favorit, Mampukah Narodak Ciptakan Kejutan?
- 8Moto3 Belanda: Puji Kehebatan Veda Ega Pratama di Brno, Hiroshi Aoyama Bidik Momentum di Assen
- 9Sekolah Rakyat NTT Wujud Nyata Pemerataan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda
- 10Modus Setoran Biro Jasa ke Imigrasi Bali, Berkas KITAS-KITAP Tidak Diklik jika Ogah Bayar






