Akurat Logo
Bank Indonesia

Pemerintah Serius Evaluasi Tata Kelola MBG, Kelompok 3B dan Daerah 3T Jadi Prioritas

Moehamad Dheny Permana | 26 Juni 2026, 19:34 WIB
Pemerintah Serius Evaluasi Tata Kelola MBG, Kelompok 3B dan Daerah 3T Jadi Prioritas
Ilustrasi petugas SPPG menyiapkan menu MBG.

AKURAT.CO Pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam mengevaluasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin tepat sasaran. Kelompok 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita; serta wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) akan menjadi prioritas utama penguatan program.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan fokus pada kelompok 3B dilakukan karena pemberian gizi pada kelompok tersebut dinilai paling efektif untuk mencegah dan menurunkan angka stunting.

"Yang notabene memang intervensi kalau bicara stunting itu paling maksimal ada di situ," ujar Qodari melalui keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga: Pengawasan MBG Diperketat, Menkeu Purbaya: Nanti Orang-orang Saya Bakal Awasi SPPG

Selain kelompok 3B, pemerintah juga akan memperluas perhatian kepada daerah 3T yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses dan sumber daya.

Menurutnya, program MBG telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena disalurkan secara rutin setiap hari selama masa sekolah berlangsung. "MBG ini setiap hari, selama anak-anak sekolah, kecuali masa libur," ucapnya.

Ke depan, pemerintah optimistis berbagai penataan dan penyempurnaan yang dilakukan akan semakin meningkatkan kualitas pelaksanaan program, mulai dari aspek gizi hingga higienitas makanan yang diterima para penerima manfaat.

"Jadi, saya kira banyak sekali perubahan yang akan terjadi ke depan. Insya Allah akan meningkatkan kualitas gizi, kualitas kesehatan, higienitas dari MBG yang diterima oleh anak-anak kita, oleh ibu hamil dan ibu menyusui," tuturnya.

Presiden kawal evaluasi MBG

Presiden RI, Prabowo Subianto, juga telah memberikan mandat kepada pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menata dan menguatkan tata kelola program MBG. Seluruh rencana perbaikan tersebut dipastikan mendapat perhatian langsung dari presiden.

"Presiden sudah memberikan mandat kepada pimpinan BGN yang baru ini untuk melakukan penataan. Saya percaya bahwa apa yang akan direncanakan pasti dilaporkan kepada presiden, dan ini pasti diperhatikan oleh presiden," ucapnya.

Baca Juga: Purbaya: Anggaran MBG Akan Dihemat Lagi, Nilainya Signifikan

Tidak hanya mendapat perhatian dari presiden, evaluasi dan pengembangan program juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Dewan Ekonomi Nasional (DEN). BGN telah memaparkan sejumlah rencana perubahan kepada DEN guna memperoleh masukan yang konstruktif.

Qodari menjelaskan, masukan dari DEN menjadi salah satu dasar penting dalam proses evaluasi. DEN telah melakukan survei terhadap 800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memotret kondisi pelaksanaan program di lapangan.

"(Survei DEN) bisa menggambarkan populasi yang ada, dan tentunya nanti temuan-temuan itu bisa menjadi masukan bagi pimpinan BGN yang baru," kata Qodari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.