Komisi X: Sarasehan Pendidikan Tinggi Jadi Momentum Perkuat Riset dan SDM Indonesia

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai, Sarasehan Pendidikan Tinggi yang digelar Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting untuk menyatukan visi pemerintah dengan kalangan akademisi dalam mempercepat penguatan riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Menurut Lalu, forum yang dihadiri pimpinan perguruan tinggi, guru besar, dosen, dan peneliti itu menunjukkan komitmen Presiden menjadikan pendidikan tinggi, sains, dan riset sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.
"Komisi X memandang sarasehan kemarin sebagai langkah yang sangat positif. Presiden ingin menyampaikan kepada masyarakat, khususnya pimpinan perguruan tinggi dan para guru besar, bahwa beliau memiliki gagasan besar untuk Indonesia, terutama di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi," kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Lalu mengatakan, komitmen tersebut tidak hanya tercermin melalui penyampaian arah kebijakan, tetapi juga lewat penguatan dukungan anggaran riset.
Ia menyebut pemerintah telah menambah anggaran riset sebesar Rp4 triliun pada 2026 dan berharap jumlah itu kembali ditingkatkan pada tahun berikutnya.
"Untuk 2027 kami mendorong agar anggaran riset tidak hanya bertambah Rp4 triliun, tetapi lebih besar lagi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan inovasi dan penelitian agar Indonesia mampu menjadi bangsa yang maju," ujarnya.
Ia menilai peningkatan investasi di sektor riset menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional, termasuk para guru besar dan peneliti yang potensinya perlu dimaksimalkan.
Baca Juga: Penularan TBC di Jakarta Dipengaruhi Masih Rendahnya Septic Tank dan MCK Layak
"Presiden ingin potensi SDM yang kita miliki benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan nasional, bukan hanya di sektor pendidikan, tetapi juga pangan, perikanan, dan berbagai sektor strategis lainnya yang sejalan dengan Asta Cita," jelasnya.
Lalu juga mendukung rencana pelibatan guru besar, dosen, dan peneliti dalam berbagai satuan tugas pemerintah agar hasil riset dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab tantangan pembangunan.
Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada kalangan akademisi untuk bersama-sama mendukung agenda pembangunan nasional.
"Presiden memahami bahwa proses pembangunan tidak mudah. Karena itu beliau mengajak para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang sedang dijalankan pemerintah," katanya.
Di sisi lain, Lalu memastikan Komisi X DPR akan mengawal implementasi berbagai program pendidikan tinggi, riset, dan inovasi melalui fungsi pengawasan.
Pengawasan, kata dia, dilakukan sejak tahap perencanaan, penyusunan anggaran, hingga pelaksanaan program agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan daya saing nasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membuka Sarasehan Kebangsaan dalam rangka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melaporkan kegiatan tersebut diikuti lebih dari 2.600 peserta dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat.
Menurut Brian, sarasehan bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar ilmu pengetahuan dan inovasi menjadi fondasi utama pembangunan nasional, sejalan dengan tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia.”
Baca Juga: 8 Cara Menolak Ajakan dengan Sopan Tanpa Merasa Bersalah dan Tetap Jaga Hubungan Baik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kementerian ESDM: Tabung CNG 3 Kg Tak Perlu Dibeli, Masyarakat Cukup Tukar Isi Gas
- 2Trump Perintahkan Serangan Balasan, AS Kembali Gempur Iran
- 3Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 Rilis! Ini Jadwal Laga Big Match yang Wajib Tonton
- 4Edwin van Der Sar Harap Timnas Indonesia Bisa Segera Tampil di Piala Dunia
- 5KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kuansing, Sejumlah Pejabat Pemkab Diamankan
- 6Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit Akhir Stephen Eustaquio Bawa Tuan Rumah ke 32 Besar
- 7Masjid Hajjah Yuliana Dibangun di Melbourne, Simbol Bakti kepada Orang Tua dan Gotong Royong Diaspora
- 8Israel Resmi Akui Genosida Armenia, Turki Murka Sebut Upaya Tutupi Kejahatan di Gaza
- 9Puan Desak Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Minta Semua Partai Proses Kader yang Terlibat
- 10Update Terbaru Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Gugur









