Akurat Logo

Skill Test G-to-G Korsel Digelar, KP2MI Minta Calon Pekerja Migran Asah Skill dan Bahasa

Ayu Rachmaningtyas | 5 Juli 2026, 18:10 WIB
Skill Test G-to-G Korsel Digelar, KP2MI Minta Calon Pekerja Migran Asah Skill dan Bahasa
Ribuan calon PMI mengikuti seleksi Skill Test UBT G-to-G Korea Selatan

AKURAT.CO Sebanyak 1.063 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mengikuti seleksi Skill Test Ubiquitous Based Test (UBT) Umum Sektor Perikanan, dalam Program Government to Government (G to G) Korea Selatan di Semarang.

Direktur Jenderal Penempatan pada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Ahnas, mengingatkan para peserta agar tidak berhenti belajar setelah mengikuti skill test. Peningkatan kompetensi di bidang perikanan dan kemampuan berbahasa Korea menjadi bekal penting untuk bersaing di pasar kerja internasional.

"Jangan hanya mengikuti skill test lalu berhenti belajar. Terus tingkatkan kemampuan di bidang perikanan dan penguasaan bahasa. Kalau sekarang belum bisa, mulai sekarang terus belajar bahasanya," kata Ahnas, dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Baca Juga: Kerusuhan Besar di Afrika Selatan! Protes Imigran Ilegal Berujung Bentrok, 4 Orang Tewas

Dia mengatakan, para calon PMI akan bersaing dengan calon pekerja migran dari 16 negara lain yang juga menargetkan penempatan kerja di Korea Selatan. Karena itu, peningkatan keterampilan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Selain kompetensi teknis, Ahnas juga menekankan pentingnya kesiapan mental sebelum bekerja di luar negeri. Menurutnya, sikap kerja dan ketahanan mental akan menjadi modal penting saat menghadapi tantangan di negara penempatan.

Baca Juga: Sudah Bayar Belasan Juta, Dua Calon Pekerja Migran Mengaku Tak Kunjung Diberangkatkan

"Kita bersaing dengan 16 negara yang juga menempatkan pekerjanya ke Korea Selatan. Artinya, mulai sekarang harus terus berjuang meningkatkan kemampuan, khususnya di bidang perikanan. Sikap mental juga penting," jelasnya.

Dia juga turut mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta skill test tahun ini berasal dari 20 provinsi, mulai dari Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatra, hingga berbagai provinsi di Pulau Jawa.

"Keterlibatan peserta dari berbagai wilayah menunjukkan semakin luasnya minat masyarakat untuk mengikuti program penempatan pekerja migran melalui skema G to G Korea Selatan," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.