Fokus Prabowo Bangun Industri Propelan dan Munisi untuk Perkuat Kedaulatan Pertahanan

AKURAT.CO Perhatian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan industri propelan dan munisi nasional, merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pertahanan Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Asisten Strategis (Asstra) Panglima TNI, Marsda TNI Budhi Achmadi, menilai karakter peperangan modern telah berubah. Keunggulan sebuah negara tidak lagi hanya ditentukan oleh kepemilikan alat utama sistem persenjataan (alutsista), melainkan kemampuan memproduksi amunisi dan material pendukung secara mandiri.
"Jika pada masa lalu kebanggaan pembangunan industri pertahanan lebih banyak diidentikkan dengan membangun platform militer, pengalaman berbagai konflik global justru menunjukkan kenyataan yang berbeda. Platform hanyalah alat penghantar daya tempur. Kemampuan memenangkan perang pada akhirnya ditentukan oleh tersedianya instrumen pemukul utama secara berkelanjutan, yaitu amunisi, propelan, bom, roket, rudal, dan material energetik," kata Budhi dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Baca Juga: Pasukan Tempur TNI Berantas Begal
Dia menjelaskan, banyak negara masih bergantung pada pihak lain untuk memenuhi kebutuhan propelan, bahan peledak, maupun amunisi. Ketergantungan tersebut, menurutnya, menjadi kerentanan strategis ketika terjadi konflik bersenjata atau embargo.
"Ketergantungan itu mungkin tidak terasa saat damai. Namun ketika perang, konflik regional, atau embargo terjadi, kelemahan tersebut berubah menjadi kerentanan strategis yang dapat melumpuhkan kemampuan tempur," ujarnya.
Budhi mencontohkan perang Rusia-Ukraina sebagai bukti bahwa keberlanjutan operasi militer sangat bergantung pada kapasitas produksi amunisi.
"Ribuan tank, kendaraan tempur, pesawat nirawak, dan sistem artileri hanya dapat beroperasi apabila tersedia pasokan amunisi dalam jumlah besar. Ketika persediaan peluru artileri menurun, intensitas operasi militer ikut menurun. Negara-negara NATO kemudian meningkatkan kapasitas produksi amunisi secara besar-besaran karena menyadari bahwa perang modern telah kembali menjadi perang industri," katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri, khususnya pada sektor propelan dan munisi.
"Salah satu terobosan penting adalah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan industri propelan dan munisi sebagai fondasi kekuatan pertahanan dan keamanan negara. Orientasi pembangunan tidak lagi hanya bertumpu pada penguasaan platform, tetapi mulai diarahkan pada penguasaan teknologi yang menjadi sumber daya hancur sistem persenjataan, yaitu propelan dan munisi," ujarnya.
Baca Juga: BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad Dukung Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
Dia menegaskan, kemampuan membangun kapal perang, pesawat tempur, maupun kendaraan tempur harus diimbangi dengan kapasitas memproduksi sendiri amunisi dan material energetik.
"Yang jauh lebih menentukan adalah kemampuan memproduksi sendiri propelan, bahan peledak, amunisi, roket, dan rudal sebagai instrumen pemukul utama pertahanan negara," tegas Budhi.
Karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan mendukung pengembangan industri propelan dan munisi nasional. Pembangunan sektor tersebut juga akan memberikan dampak bagi pengembangan riset kimia, material maju, metalurgi, manufaktur presisi, hingga teknologi propulsi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









