Cegah Calo, Pemerintah Pakai Sistem Biometrik Perketat Pendaftaran Magang Nasional

AKURAT.CO Program Magang Nasional 2026 telah memasuki tahap pendaftaran yang dibuka sejak 15 Juli dan akan ditutup pada 28 Juli 2026. Pemerintah memastikan proses seleksi dilakukan lebih ketat, termasuk dengan penerapan sistem biometrik untuk mencegah praktik percaloan.
"Jadi sekarang magang, alhamdulillah fasenya adalah pendaftaran. Itu kita sudah mulai buka dari tanggal 15, nanti kita tutup tanggal 28 Juli," kata Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, kepada wartawan usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Sebelum membuka pendaftaran, Kementerian Ketenagakerjaan terlebih dahulu melakukan verifikasi terhadap seluruh lowongan yang diajukan perusahaan, kementerian, maupun lembaga. Proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan perusahaan yang membuka lowongan benar-benar memenuhi persyaratan.
Baca Juga: Batas Akhir Magang Kemnaker 2026 Kapan? Simak Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya
"Kita sudah melakukan verifikasi terhadap lowongan-lowongan yang diusulkan oleh perusahaan, kementerian, dan lembaga. Kita lakukan verifikasi cukup ketat. Kita melihat, satu, perusahaannya oke atau tidak, jujur apa tidak, melaporkan terkait dengan data ketenagakerjaannya," ujarnya.
Selain itu, Kemnaker juga memastikan posisi magang yang ditawarkan sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi. "Apakah perusahaannya ini benar-benar membuka lowongan sesuai dengan posisi seorang lulusan perguruan tinggi. Kalau tidak, kita coret," katanya.
Yassierli menambahkan, tim Kemnaker juga melakukan pengecekan langsung terhadap keberadaan perusahaan untuk memastikan tidak ada lowongan fiktif.
Dia menjelaskan, program Magang Nasional tahun ini juga diperluas dengan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas serta lulusan pendidikan profesi. Selain itu, proses administrasi kini telah menggunakan teknologi biometrik sehingga peserta harus mendaftar secara mandiri.
"Sekarang kita buka untuk disabilitas, kita buka untuk mereka yang lulus profesi, dan administratifnya juga lebih baik, sudah menggunakan biometrik," ujar Yassierli.
Dengan sistem tersebut, dia berharap praktik percaloan dalam proses pendaftaran dapat dihilangkan. Yassierli juga berharap Program Magang Nasional dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja Indonesia.
"Semoga ini lebih baik. Butuh dukungan dari teman-teman media semua. Kita berharap Magang Nasional ini menjadi salah satu solusi untuk menyiapkan tenaga kerja kita lebih baik dan lebih produktif," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








