Akurat Logo

Komisi IX DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh Program MBG

Ayu Rachmaningtyas | 22 Juli 2026, 11:55 WIB
Komisi IX DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh Program MBG
Komisi IX akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar Program MBG berjalan sesuai tujuan. Foto: Akurat.co

AKURAT.CO Penggantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) diharapkan tidak mengganggu keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi, menyatakan, stabilitas kepemimpinan dan kepastian tata kelola menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan pelaksanaan Program MBG.

Menurutnya, program tersebut menyangkut jutaan anak Indonesia, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan lainnya yang bergantung pada pelayanan pemerintah.

Karena itu, Komisi IX meminta pemerintah segera memastikan adanya pimpinan definitif yang memiliki kapasitas, integritas, dan mampu menjaga kesinambungan program agar tidak terjadi kekosongan dalam pengambilan keputusan.

"BGN saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan kualitas makanan, pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara yang nilainya sangat besar," jelasnya, Rabu (22/7/2026)

Karena itu, Nurhadi menghormati keputusan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan.

Ia pun mendoakan agar Nanik segera pulih dan dapat kembali beraktivitas.

Pengunduran diri tersebut dilakukan karena Nanik akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri dan telah menyampaikan keputusannya secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Kesehatan adalah hal yang utama. Kami mendoakan agar Ibu Nanik segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala," ujarnya.

Kendati demikian, pergantian kepemimpinan harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG.

Evaluasi tersebut, kata dia, perlu mencakup efektivitas distribusi, kualitas makanan, keamanan pangan, transparansi pengadaan, hingga sistem pengawasan di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan dampaknya terhadap perbaikan status gizi masyarakat.

Ia menegaskan, bahwa Komisi IX akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

"Kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama di atas segala dinamika pergantian pejabat," tegas Nurhadi.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan tersebut diambil karena ia harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri, Rabu (22/7/2026).

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu ( 22/7) saya berangkat,” tulis Nanik melalui akun Facebook pribadinya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.