Akurat Logo

Bagaimana Kronologi Pertempuran Surabaya 10 November?

Redaksi Akurat | 18 Agustus 2026, 21:03 WIB
Bagaimana Kronologi Pertempuran Surabaya 10 November?
Pertempuran Surabaya

AKURAT.CO Pertempuran Surabaya merupakan salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pertempuran ini mencapai puncaknya pada 10 November 1945 dan menjadi salah satu simbol penting perjuangan rakyat Indonesia melawan pasukan Sekutu.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Kedatangan pasukan Sekutu ke Indonesia yang diboncengi kepentingan Belanda menimbulkan ketegangan dan konflik dengan rakyat Indonesia.

Baca Juga: Mengapa Pertempuran Surabaya Terjadi?

Latar Belakang Pertempuran Surabaya

Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada Agustus 1945, terjadi kekosongan kekuasaan di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah Indonesia kemudian berusaha mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan.

Pasukan Sekutu kemudian datang ke Indonesia dengan tugas utama melucuti tentara Jepang, membebaskan tawanan perang, dan menjaga ketertiban.

Namun, kedatangan Sekutu menimbulkan kecurigaan karena terdapat unsur NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang ikut datang dan berupaya memulihkan kekuasaan Belanda di Indonesia.

Rakyat Surabaya menolak upaya tersebut karena Indonesia telah menyatakan kemerdekaan.

Kedatangan Pasukan Sekutu

Pasukan Sekutu yang tergabung dalam Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) datang ke Surabaya pada akhir Oktober 1945.

Pasukan tersebut dipimpin oleh Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby.

Awalnya terjadi upaya untuk menghindari konflik melalui perundingan antara pihak Indonesia dan Sekutu.

Namun, hubungan kedua pihak semakin memburuk karena berbagai insiden.

Insiden di Hotel Yamato

Salah satu peristiwa yang memperburuk ketegangan adalah insiden di Hotel Yamato pada 19 September 1945.

Sekelompok orang Belanda mengibarkan bendera Belanda berwarna merah, putih, dan biru di atas hotel.

Rakyat Surabaya kemudian memprotes tindakan tersebut karena dianggap sebagai simbol upaya mengembalikan kekuasaan Belanda.

Para pemuda menaiki atap hotel dan merobek bagian warna biru dari bendera tersebut sehingga tersisa warna merah dan putih.

Bendera tersebut kemudian menjadi Merah Putih.

Ketegangan Semakin Meningkat

Pada akhir Oktober 1945, ketegangan antara rakyat Surabaya dan pasukan Sekutu semakin meningkat.

Terjadi bentrokan di berbagai tempat.

Pada 30 Oktober 1945, Brigadir Jenderal Mallaby tewas dalam sebuah insiden di Surabaya.

Kematian Mallaby menyebabkan situasi semakin serius.

Pihak Inggris kemudian mengirim pasukan tambahan dan menunjuk Mayor Jenderal E.C. Mansergh sebagai komandan pasukan Inggris di Jawa Timur.

Ultimatum Inggris

Setelah Mallaby meninggal, Inggris mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Surabaya.

Rakyat diminta menyerahkan senjata dan menghentikan perlawanan.

Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia.

Para pejuang dan rakyat Surabaya memilih mempertahankan kemerdekaan daripada menyerahkan senjata kepada pasukan Inggris.

Baca Juga: Sejarah Pertempuran Ambarawa, Latar Belakang, Jalannya Perang, dan Akhir Pertempuran

Pertempuran 10 November 1945

Pada pagi 10 November 1945, pasukan Inggris melancarkan serangan besar-besaran terhadap Surabaya.

Serangan dilakukan dengan kekuatan militer yang jauh lebih besar, termasuk pasukan darat, kendaraan lapis baja, artileri, dan dukungan udara serta laut.

Rakyat dan pejuang Surabaya memberikan perlawanan sengit.

Pertempuran berlangsung di berbagai bagian kota.

Salah satu tokoh yang berperan penting dalam membangkitkan semangat perjuangan rakyat adalah Bung Tomo melalui pidato-pidatonya yang disiarkan melalui radio.

Pidato tersebut mendorong rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan.

Perlawanan Rakyat Surabaya

Perlawanan tidak hanya dilakukan oleh tentara atau kelompok bersenjata. Masyarakat sipil juga ikut membantu perjuangan.

Para pemuda, santri, anggota organisasi perjuangan, dan masyarakat umum terlibat dalam berbagai bentuk perlawanan.

Pertempuran berlangsung sengit karena rakyat Surabaya tidak ingin kemerdekaan yang baru diproklamasikan kembali dikuasai oleh pihak asing.

Berakhirnya Pertempuran

Pasukan Inggris memiliki persenjataan dan kekuatan militer yang lebih besar. Akibatnya, pasukan dan pejuang Indonesia secara bertahap mengalami tekanan dan mundur dari pusat kota.

Pertempuran besar berlangsung selama beberapa minggu, meskipun 10 November menjadi tanggal yang diperingati sebagai Hari Pahlawan karena merupakan awal serangan besar Inggris.

Perlawanan di berbagai wilayah Surabaya dan sekitarnya terus berlangsung setelah 10 November.

Mengapa 10 November Diperingati sebagai Hari Pahlawan?

Pertempuran Surabaya menjadi simbol keberanian dan pengorbanan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Untuk mengenang perjuangan tersebut, pemerintah Indonesia menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Peringatan tersebut bukan hanya untuk mengenang mereka yang gugur di Surabaya, tetapi juga untuk menghargai perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dampak Pertempuran Surabaya

Pertempuran Surabaya memiliki dampak besar terhadap perjuangan Indonesia.

Pertama, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa rakyat Indonesia memiliki tekad kuat untuk mempertahankan kemerdekaan.

Kedua, perjuangan rakyat Surabaya mendapat perhatian internasional.

Ketiga, pertempuran tersebut menjadi simbol nasionalisme dan keberanian rakyat Indonesia.

Meskipun korban jiwa sangat besar, perjuangan Surabaya menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia.

Kronologi Singkat

Secara sederhana, kronologi Pertempuran Surabaya dapat diringkas sebagai berikut:

  • 17 Agustus 1945 – Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

  • 19 September 1945 – terjadi Insiden Hotel Yamato.

  • Akhir Oktober 1945 – pasukan Sekutu tiba di Surabaya dan ketegangan meningkat.

  • 30 Oktober 1945 – Brigjen A.W.S. Mallaby tewas dalam sebuah insiden di Surabaya.

  • Awal November 1945 – Inggris memberikan ultimatum kepada rakyat Surabaya.

  • 10 November 1945 – Inggris melancarkan serangan besar terhadap Surabaya.

  • Setelah 10 November – perlawanan terus berlangsung di berbagai wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Pertempuran Surabaya merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Konflik tersebut berkembang akibat ketegangan antara rakyat Indonesia dan pasukan Sekutu yang datang ke Surabaya setelah Perang Dunia II.

Setelah berbagai bentrokan dan tewasnya Brigjen A.W.S. Mallaby, Inggris melancarkan serangan besar pada 10 November 1945. Rakyat Surabaya memberikan perlawanan sengit meskipun menghadapi kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Peristiwa tersebut kemudian dikenang setiap tahun sebagai Hari Pahlawan, sebagai penghormatan terhadap keberanian dan pengorbanan para pejuang serta rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Sonia Happytrie Setia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R