Akurat Logo

SDM Unggul Indonesia Dimulai dari Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak

Ayu Rachmaningtyas | 23 Juli 2026, 10:48 WIB
SDM Unggul Indonesia Dimulai dari Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak
Menko PMK, Pratikno, mengajak elemen bangsa menjadikan momentum Hari Anak Nasional 2026 sebagai penguat komitmen. Foto: Kemenko PMK

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh anak Indonesia.

Sekaligus mengajak elemen bangsa menjadikan momentum tersebut sebagai penguat komitmen dalam menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi setiap anak, agar dapat tumbuh sehat, berkembang optimal, serta meraih cita-citanya.

Melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) sebagai fondasi membangun generasi Indonesia Emas 2045, pemerintah berkomitmen membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Tercermin melalui berbagai program prioritas nasional, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit, percepatan penurunan stunting, eliminasi tuberkulosis dan kusta, hingga pemerataan akses pendidikan lewat Program Sekolah Rakyat, revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta pengembangan Sekolah Unggul Garuda.

"Pemerintah punya begitu banyak program untuk penyiapan SDM unggul dan tangguh. Tidak ada yang tertinggal, yang berada pada desil satu dan desil dua dijamin aksesnya," kata Pratikno, dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: 23 Juli Memperingati Hari Anak Nasional, Ini Sejarah dan Tema HAN 2026

"Di saat yang sama kita juga menyiapkan SDM yang kompetitif melalui Sekolah Unggul Garuda dan kerja sama perguruan tinggi dengan universitas-universitas terbaik dunia. No one left behind sekaligus globally competitive. Dua hal itu kita lakukan secara bersamaan dalam pengembangan SDM," jelasnya menambahkan.

Selain memastikan anak memperoleh layanan kesehatan, gizi, dan pendidikan yang berkualitas, pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap pelindungan anak melalui Gernas RANA.

Karena itu, pembangunan SDM tidak hanya diukur dari kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental, sosial, dan spiritual anak.

"Kami sangat serius membangun ruang aman dan nyaman untuk anak," katanya.

Pembangunan SDM unggul tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan layanan kesehatan dan Pendidikan tetapi juga lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Baca Juga: 40 Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2026 yang Inspiratif untuk Anak, Orang Tua, dan Guru

Menurut Pratikno, anak yang terlindungi dari kekerasan, memiliki kesehatan mental yang baik. Serta tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang akan lebih mampu belajar, mengembangkan potensi, dan menjadi generasi yang unggul di masa depan.

Karena itu, pemerintah menjalankan Gernas RANA melalui empat pilar utama. Pertama, Pilar Keluarga. melalui Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (SatuJamKu) yang mendorong keluarga mengurangi screen time dan meningkatkan interaksi langsung (from screen time to green time) sebagai upaya memperkuat kedekatan orang tua dan anak.

Pilar keluarga juga diperkuat melalui sinergi layanan program pengasuhan lintas kementerian, seperti Taman Penitipan Anak (TPA) dari Kemendikdasmen dan Taman Anak Sejahtera (TAS) dari Kementerian Sosial, dengan standar layanan pengasuhan Taman Asuh Ceria (TARA) dari Kementerian PPPA, serta program penguatan tenaga pengasuh Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dari Kemendukbangga/BKKBN, disertai pembentukan Satuan Tugas Penguatan Tata Kelola Layanan Pengasuhan Sementara.

Kedua, Pilar Satuan Pendidikan. Dengan memperkuat ruang aman dan nyaman di lingkungan pendidikan melalui implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, pelaksanaan MPLS Ramah, penguatan pelindungan anak di madrasah dan pesantren melalui program MATA MUDA dan MATA SANTRI, serta penerapan pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) secara bijak di lingkungan pendidikan.

Ketiga, Pilar Ruang Publik. Memperluas ruang aman di ruang publik melalui kolaborasi bersama Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah, termasuk kerja sama dengan asosiasi pemerintah daerah, agar setiap daerah menghadirkan kebijakan dan fasilitas publik yang ramah anak.

Baca Juga: Jangan Asal Beri Gadget Canggih ke Anak, Orang Tua Harus Paham Risikonya

Keempat, Pilar Ruang Digital. Memperkuat pelindungan anak di ruang digital melalui implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), penguatan kesehatan jiwa anak secara terintegrasi melalui SKB 9 kementerian/lembaga untuk menangani kesehatan jiwa anak secara terintegrasi (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif), dan mekanisme respons cepat apabila terjadi kekerasan terhadap anak.

Pratikno juga mengajak masyarakat untuk berani melaporkan apabila menemukan atau mengalami kekerasan terhadap anak.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai kanal pengaduan dan respons cepat, antara lain SAPA 129 Kementerian PPPA, Hotline 110 Polri, Layanan Telepontren Kemenag 0822-2666-1854, layanan pengaduan KPAI, Aduan Konten Kementerian Komunikasi dan Digital, serta layanan kesehatan mental dan pelayanan sosial dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial.

"Mari kita sama-sama menjamin ruang yang aman dan nyaman bagi anak karena inilah fondasi pertama agar anak dapat tumbuh sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual. Dengan fondasi itu, anak-anak dapat belajar lebih fokus, mengembangkan potensinya menjadi SDM yang unggul, tangguh, dan kompetitif untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045," jelas Pratikno.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.