Angka Pengangguran Turun, Pemerintah Harus Tetap Fokus Ciptakan Lapangan Kerja

AKURAT.CO DPR mengapresiasi penurunan angka pengangguran di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Namun, pemerintah diingatkan agar tidak hanya berfokus pada penurunan jumlah pengangguran, melainkan juga meningkatkan kualitas lapangan kerja yang tersedia.
Data BPS, per Mei 2026, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 7,22 juta orang, atau berkurang sekitar 24 ribu orang, dibandingkan Februari 2026.
Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, menilai capaian tersebut menjadi indikator positif bagi kondisi pasar kerja nasional yang mulai membaik.
"Penurunan angka pengangguran merupakan sinyal positif bahwa perekonomian dan pasar kerja terus bergerak ke arah yang lebih baik. Capaian ini patut diapresiasi sebagai hasil kerja bersama," kata Netty, dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Tingkat Pengangguran Terbuka Turun per Mei 2026, Serapan Tenaga Kerja Naik 522 Ribu Orang
Meski demikian, politisi PKS itu menyebut keberhasilan pembangunan sektor ketenagakerjaan tidak cukup hanya diukur dari menurunnya angka pengangguran.
Menurut Netty, pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, produktif, memiliki kepastian penghasilan, serta mendapat perlindungan sosial.
"Kita tidak hanya membutuhkan lebih banyak lapangan kerja, tetapi juga pekerjaan yang layak, produktif, memiliki kepastian penghasilan, serta memberikan pelindungan sosial bagi para pekerja," ujarnya.
Netty juga menyoroti masih besarnya jumlah pekerja di sektor informal yang dinilai rentan karena belum seluruhnya memperoleh jaminan sosial maupun kepastian kerja.
Karena itu, ia mendorong pemerintah mempercepat transformasi menuju pekerjaan formal dengan memperluas akses perlindungan bagi pekerja.
Baca Juga: Penyerapan Tenaga Kerja Naik, Pengangguran Turun pada Februari 2026
"Transformasi menuju pekerjaan formal perlu terus didorong. Pekerja informal harus memperoleh akses jaminan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, sehingga memiliki jaring pengaman saat menghadapi risiko kecelakaan kerja hingga usia lanjut," jelasnya.
Selain itu, Netty mengingatkan tingginya angka pengangguran usia muda masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Ia menilai diperlukan sinergi yang lebih kuat antara dunia pendidikan, pelatihan vokasi, dan industri agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
"Kita perlu memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri melalui pelatihan berbasis kompetensi, magang, hingga sertifikasi," kata Netty.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









