Akurat Logo

BGN Sasar 658 Ribu Guru Perluas Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan

Ayu Rachmaningtyas | 13 Agustus 2026, 13:35 WIB
BGN Sasar 658 Ribu Guru Perluas Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan
Kepala BGN, Sudaryono, menyebut guru punya posisi strategis dalam mendukung keberhasilan Program MBG. - Foto: Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memulai kick off literasi gizi dan keamanan pangan bagi guru dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Rabu (12/8/2026) kemarin.

Pada tahap awal, sasaran kegiatan terdiri atas 53.831 guru dan tenaga kependidikan di Provinsi DKI Jakarta, 492.944 orang di Jawa Barat, serta 111.525 orang di Banten.

Dengan demikian, total sasaran awal mencapai 658.300 orang.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk memperluas komunikasi dan edukasi mengenai gizi serta keamanan pangan kepada guru di seluruh Indonesia.

"Di tahap awal ini kami menyasar 658.300 guru yang tersebar di DKI, Jawa Barat, dan Banten. Untuk kemudian nanti kami perlebar, sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kami bisa menjangkau 3,5 juta guru yang tersebar di seluruh Indonesia," jelas Sudaryono, melalui keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Perketat Keamanan Pangan, BGN Berlakukan Batas Waktu Konsumsi MBG

Menurut Sudaryono, guru memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan MBG dengan memberikan edukasi gizi kepada peserta didik. Karena edukasi mengenai gizi tidak cukup hanya dilakukan melalui penyediaan makanan.

"Bukan hanya kemudian menyediakan makan. Memang itu menjadi salah satu kegiatan kita yang paling besar, tapi sebetulnya tujuannya bukan hanya itu. Salah satunya adalah terkait literasi dan edukasi terkait gizi," ujarnya.

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Mariman Darto, menjelaskan, kick off selanjutnya akan diteruskan melalui webinar secara bertahap untuk memperluas jangkauan edukasi, sekaligus memberikan dampak yang lebih luas kepada peserta didik penerima manfaat MBG.

Oleh karena itu, keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan dengan ketersediaan makanan bergizi, namun juga ditentukan oleh tersedianya pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan dan kebiasaan hidup sehat di satuan pendidikan.

Sehingga, guru memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan edukasi tentang gizi.

Baca Juga: Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Terserang Diare, Komisi IX Soroti Keamanan MBG

"Para guru memiliki peran strategis dalam mendampingi peserta didik, memberikan edukasi tentang gizi seimbang dan keamanan pangan, menanamkan kebiasaan hidup bersih, serta bagaimana adab makan. Sekaligus menjadi penghubung antara sekolah, peserta didik, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya," Mariman menjelaskan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.