Akurat Logo

Gempa NTT Berdampak ke Sektor Wisata, Hotel Rusak hingga Akses Jalan Terhambat

Ayu Rachmaningtyas | 16 Agustus 2026, 13:06 WIB
Gempa NTT Berdampak ke Sektor Wisata, Hotel Rusak hingga Akses Jalan Terhambat
Pegawai Hotel Jayakarta mengamankan barang-barang milik tamu akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). - Foto: Antara Foto/Gecio Viana/sth/nz

AKURAT.CO Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mencatat gempa bumi yang mengguncang kawasan Mbay - Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah berdampak ke sektor wisata dan beberapa fasilitas umum.

Dari hasil pemantauan sementara BPOLBF terhadap infrastruktur dan fasilitas pariwisata hingga Sabtu (15/8/2026) siang mencatat, Hotel Jayakarta (Manggarai Barat) mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian bangunan yang roboh.

Seluruh tamu dan karyawan dipastikan aman dan telah direlokasi ke hotel terdekat yang aman. Di Nagekeo, Hotel Papita Mbay dilaporkan mengalami kerusakan parah dan saat ini koordinasi lanjutan terus dilakukan.

Baca Juga: Kemenpar Pastikan Keselamatan Wisatawan di Kawasan Destinasi Super Prioritas Floratama

Sedangkan di Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah secara umum dalam kondisi aman dengan beberapa catatan retakan ringan/minor. Jaringan listrik dan internet di sebagian besar akomodasi telah kembali beroperasi normal.

Restoran La Moringga dan Escape Bajo di Manggarai Barat dilaporkan hanya mengalami kerusakan ringan/minor, dan beroperasi secara kondusif dengan seluruh staf serta pengunjung aman.

Sementara itu, tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk. Pemantauan fasilitas pendukung daya tarik wisata terus berjalan secara simultan.

Gempa bumi juga berdampak pada fasilitas umum dan aksesibilitas di beberapa kabupaten sekitar. Dilaporkan telah terjadi tanah longsor dan tiang listrik roboh pada tiga jalur utama, yaitu jalur Lintas Labuan Bajo – Ruteng, Bajawa – Ende, Ruteng – Borong, serta Ende – Moni.

Pelabuhan Maumere Sikka mengalami kerusakan fisik. Beberapa fasilitas publik seperti Unika St. Paulus Ruteng, Gereja Paroki Karot, Gereja Borong, Kantor Camat Kuwus, dan fasilitas rawat jalan/UGD RSUD Ruteng mengalami kerusakan sedang.

Baca Juga: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Pascagempa, 27 Ton Logistik Sudah Terkirim ke NTT

Pendataan sementara mencatat 4 korban jiwa meninggal dunia (1 orang di Terang - Manggarai Barat, 2 orang di Reo - Manggarai, 1 orang di Maumere - Sikka), serta 2 orang luka-luka di Maumere.

BMKG telah secara resmi mencabut Peringatan Dini Tsunami pada pukul 07.30 WIB/08.30 WITA. Kendati demikian, masyarakat dan wisatawan diimbau tetap waspada mengingat potensi gempa susulan masih berpeluang terjadi.

BPOLBF terus mengaktifkan posko koordinasi dan pengawasan langsung bersama BMKG, KSOP, Basarnas, BPBD, serta Pemda Manggarai Barat untuk memantau industri pariwisata serta memfasilitasi kebutuhan evakuasi wisatawan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.