Mengapa Belanda Akhirnya Mengakui Kedaulatan Indonesia?

AKURAT.CO Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Belanda berusaha kembali menguasai Indonesia.
Belanda tidak langsung mengakui kemerdekaan Indonesia dan melakukan berbagai upaya militer serta politik untuk mempertahankan kepentingannya.
Namun, setelah melalui perjuangan panjang, tekanan internasional, dan berbagai perundingan, Belanda akhirnya menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia pada 27 Desember 1949.
Baca Juga: Update Terbaru Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Gugur
Belanda Berusaha Menguasai Indonesia Kembali
Setelah Jepang menyerah pada Perang Dunia II, Belanda berusaha kembali ke Indonesia.
Belanda menganggap wilayah Indonesia masih merupakan bagian dari Kerajaan Belanda dan berusaha memulihkan kekuasaannya melalui NICA.
Namun, Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan dan memiliki pemerintahan sendiri.
Perbedaan kepentingan tersebut menyebabkan konflik bersenjata dan diplomatik.
1. Perlawanan Rakyat Indonesia
Bangsa Indonesia memberikan perlawanan terhadap usaha Belanda untuk kembali berkuasa.
Berbagai pertempuran terjadi di banyak daerah.
Indonesia menunjukkan bahwa rakyat dan pemerintah tidak bersedia kembali berada di bawah pemerintahan kolonial.
Perlawanan tersebut membuat Belanda menghadapi konflik yang panjang dan membutuhkan sumber daya yang besar.
2. Belanda Melakukan Agresi Militer
Belanda melakukan dua operasi militer besar terhadap Republik Indonesia.
Agresi Militer Belanda I berlangsung pada Juli 1947.
Kemudian, Agresi Militer Belanda II dilancarkan pada Desember 1948.
Melalui operasi militer tersebut, Belanda berhasil menguasai beberapa wilayah penting, termasuk Yogyakarta pada Agresi Militer II.
Namun, keberhasilan militer tersebut tidak membuat perjuangan Indonesia berhenti.
3. Perjuangan Gerilya Indonesia
Setelah Yogyakarta dikuasai Belanda, pasukan Indonesia melakukan perang gerilya.
Jenderal Soedirman memimpin perjuangan gerilya meskipun dalam kondisi kesehatan yang buruk.
Perlawanan tersebut menunjukkan bahwa Republik Indonesia belum runtuh meskipun ibu kota dan beberapa pemimpinnya dikuasai Belanda.
Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta juga menjadi salah satu peristiwa yang menunjukkan kepada dunia bahwa kekuatan Republik Indonesia masih ada.
4. Tekanan dari Dunia Internasional
Perjuangan Indonesia tidak hanya mendapatkan perhatian di dalam negeri.
Tindakan militer Belanda mendapat tekanan dari berbagai negara dan lembaga internasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut terlibat dalam upaya penyelesaian konflik Indonesia-Belanda.
Tekanan internasional membuat Belanda semakin sulit mempertahankan tindakan militernya.
5. Peran Amerika Serikat
Amerika Serikat juga memberikan tekanan terhadap Belanda.
Pada masa itu, Amerika Serikat memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas politik di Asia dan mencegah berkembangnya konflik yang lebih luas.
Tekanan ekonomi dan politik terhadap Belanda turut mendorong Belanda untuk mencari penyelesaian melalui perundingan.
6. Perundingan Roem-Roijen
Perundingan Roem-Roijen berlangsung pada 1949.
Dalam perundingan tersebut, Indonesia dan Belanda mencapai kesepakatan mengenai beberapa langkah untuk mengakhiri konflik.
Salah satu hasil pentingnya adalah kesediaan Belanda untuk mengembalikan pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta.
Setelah itu, proses menuju Konferensi Meja Bundar dapat dilanjutkan.kes
7. Konferensi Meja Bundar
Konferensi Meja Bundar atau KMB berlangsung di Den Haag pada 1949.
Konferensi tersebut membahas penyelesaian konflik Indonesia-Belanda dan masa depan hubungan kedua pihak.
Hasil KMB menjadi dasar bagi Belanda untuk menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat.
8. Belanda Menyerahkan Kedaulatan
Pada 27 Desember 1949, Belanda secara resmi menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat.
Peristiwa tersebut menandai berakhirnya konflik utama antara Indonesia dan Belanda mengenai status Indonesia setelah Proklamasi.
Namun, persoalan politik Indonesia-Belanda belum sepenuhnya selesai. Salah satu masalah yang masih tersisa adalah status wilayah Papua Barat yang kemudian menjadi persoalan tersendiri.
Baca Juga: Kembalinya Belanda Pasca-Kekalahan Jepang: Babak Penentuan Pertaruhan Kedaulatan Indonesia
Faktor-faktor yang Membuat Belanda Mengakui Kedaulatan Indonesia
Belanda akhirnya mengakui dan menyerahkan kedaulatan karena beberapa faktor yang saling berkaitan:
Perlawanan rakyat Indonesia membuat Belanda tidak mudah menguasai Indonesia.
Perang gerilya menunjukkan bahwa Republik Indonesia masih memiliki kekuatan.
Diplomasi Indonesia berhasil mempertahankan eksistensi Republik di dunia internasional.
Tekanan internasional membuat Belanda menghadapi semakin banyak tuntutan untuk menghentikan konflik.
Keterlibatan PBB mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Tekanan Amerika Serikat turut meningkatkan beban politik dan ekonomi Belanda.
Konferensi Meja Bundar menghasilkan kesepakatan mengenai penyerahan kedaulatan.
Belanda akhirnya mengakui dan menyerahkan kedaulatan Indonesia karena menghadapi perlawanan rakyat Indonesia yang kuat, perjuangan diplomasi, tekanan internasional, keterlibatan PBB, serta tekanan politik dan ekonomi.
Perjuangan Indonesia tidak berhenti setelah Proklamasi 1945. Selama lebih dari empat tahun, bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan melalui berbagai cara hingga akhirnya kedaulatan diserahkan oleh Belanda pada 27 Desember 1949.
Sonia Happytrie Setia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








