Akurat Logo

Siapa Tan Malaka dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia? Tokoh Revolusioner yang Memperjuangkan Kemerdekaan 100 Persen

Redaksi Akurat | 20 Agustus 2026, 22:07 WIB
Siapa Tan Malaka dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia? Tokoh Revolusioner yang Memperjuangkan Kemerdekaan 100 Persen
Tan Malaka

AKURAT.CO Nama Tan Malaka memiliki tempat yang unik dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan seorang pemikir, tokoh pergerakan, dan revolusioner yang sejak sebelum 1945 telah memikirkan gagasan mengenai Republik Indonesia.

Meskipun tidak terlibat langsung dalam perumusan teks Proklamasi 17 Agustus 1945, perjuangan Tan Malaka memberikan pengaruh besar terhadap gerakan revolusioner dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan setelah proklamasi.

Lalu, siapa Tan Malaka dalam sejarah kemerdekaan Indonesia? Berikut perjalanan perjuangannya.

Baca Juga: Pemkab Kediri Akan Sambut Kedatangan Keluarga Tan Malaka

Siapa Tan Malaka?

Tan Malaka memiliki nama asli Sutan Ibrahim. Ia lahir di Pandam Gadang, Sumatera Barat, pada 2 Juni 1897.

Ia dikenal sebagai intelektual dan tokoh revolusioner yang banyak berpikir mengenai kemerdekaan Indonesia. Bahkan, gagasan mengenai Republik Indonesia telah dituangkannya dalam buku Naar de Republiek Indonesia pada 1925.

Peran Tan Malaka dalam Perjuangan Kemerdekaan

Menyebarkan Gagasan Republik Indonesia

Salah satu kontribusi penting Tan Malaka adalah memperkenalkan gagasan mengenai Indonesia sebagai sebuah republik jauh sebelum Proklamasi 1945.

Pemikirannya menjadi bagian dari perkembangan gagasan politik mengenai negara Indonesia yang merdeka.

Memperjuangkan Kemerdekaan Secara Revolusioner

Tan Malaka memiliki pandangan bahwa kemerdekaan harus dipertahankan secara tegas dan tidak boleh mudah dikompromikan dengan Belanda.

Setelah proklamasi, ia menolak pendekatan yang menurutnya terlalu lunak terhadap upaya Belanda mengembalikan kekuasaan kolonial.

Mendorong Persatuan Perjuangan

Pada 1946, Tan Malaka mendirikan Persatuan Perjuangan, sebuah kelompok yang menghimpun berbagai organisasi perjuangan.

Kelompok tersebut mengusung gagasan "Merdeka 100 Persen" dan menuntut pemerintah lebih tegas dalam menghadapi Belanda.

Menggerakkan Massa Setelah Proklamasi

Tan Malaka juga berkaitan dengan mobilisasi massa dalam Rapat Raksasa Ikada pada 19 September 1945.

Ribuan hingga ratusan ribu masyarakat berkumpul di Lapangan Ikada untuk menunjukkan dukungan terhadap Republik Indonesia di tengah situasi politik yang belum stabil.

Baca Juga: Bupati Lampung Apresiasi Tokoh Adat Kembalikan Jasad Tan Malaka

Tan Malaka dan Partai Murba

Pada 1948, Tan Malaka bersama sejumlah tokoh, termasuk Chaerul Saleh dan Adam Malik, mendirikan Partai Murba.

Partai tersebut berusaha mempertahankan cita-cita kemerdekaan dan memperjuangkan kepentingan rakyat dalam situasi revolusi Indonesia.

Pengakuan sebagai Pahlawan Nasional

Perjuangan Tan Malaka kemudian mendapat pengakuan negara. Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 1963.

Tan Malaka dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang memperjuangkan gagasan republik dan kemerdekaan secara penuh.

Meskipun tidak menjadi bagian dari proses langsung pembacaan Proklamasi 17 Agustus 1945, pemikiran dan perjuangannya memiliki pengaruh penting dalam perjalanan revolusi Indonesia.

Fherenilla Anandianus (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R