Akurat Logo

Apa Itu Food Divorce yang Lagi Viral? Ini Artinya dalam Hubungan

Putri Chandra | 20 Agustus 2026, 22:49 WIB
Apa Itu Food Divorce yang Lagi Viral? Ini Artinya dalam Hubungan
Ilustrasi, Food Divorce - Magnific

AKURAT.CO Istilah food divorce belakangan ramai dibicarakan di media sosial dan membuat banyak orang penasaran dengan artinya.

Meski menggunakan kata divorce yang berarti perceraian, food divorce tidak berkaitan dengan pasangan yang benar-benar berpisah.

Istilah ini merujuk pada kesepakatan pasangan untuk memiliki pilihan makanan masing-masing, mulai dari menu, waktu makan, hingga cara menyiapkannya.

Lantas, apa sebenarnya arti food divorce dalam hubungan dan mengapa tren ini dianggap sebagai bentuk kompromi?

Baca Juga: Samsung Gelar Galaxy Event 27 Agustus, Galaxy S26 FE Diprediksi Meluncur


Apa Itu Food Divorce?

Secara sederhana, food divorce adalah kesepakatan pasangan untuk tidak harus makan makanan yang sama.

Misalnya, satu orang ingin makan salad karena sedang menjaga pola makan, sementara pasangannya ingin makan burger.

Daripada berdebat atau memaksa salah satu mengalah, keduanya memilih makanan masing-masing.

Bahkan, pasangan yang menerapkan food divorce bisa saja:

  • membeli bahan makanan sendiri-sendiri,

  • memasak menu yang berbeda,

  • memesan makanan masing-masing,

  • makan pada waktu yang berbeda,

  • memiliki stok makanan pribadi di rumah.

Namun, mereka tetap bisa makan bersama ketika sama-sama menginginkannya.

Baca Juga: Honor Robot Phone Resmi Dijual di China, Harga Mulai Rp26 Jutaan


Food Divorce dalam Hubungan

Dalam konteks hubungan, food divorce lebih banyak berbicara tentang kemandirian, kompromi, dan menghargai perbedaan.

Pasangan tidak harus menyukai makanan yang sama atau melakukan semua aktivitas bersama untuk membuktikan bahwa hubungan mereka baik-baik saja.

Tren ini justru menunjukkan prinsip:

“Kamu makan yang kamu suka, aku makan yang aku suka.”

Perbedaan makanan bisa muncul karena banyak hal, seperti selera, pola diet, jadwal kerja, kebutuhan makanan tertentu, alergi, hingga perubahan nafsu makan.

Food divorce menarik perhatian karena selama ini makan bersama sering dianggap sebagai salah satu bentuk kedekatan pasangan.

Tren ini menawarkan perspektif berbeda, seperti hubungan yang sehat tidak harus berarti melakukan segala sesuatu bersama-sama.

Bagi pasangan dengan selera, jadwal, atau pola makan berbeda, memisahkan urusan makanan bisa menjadi solusi sederhana agar tidak terus-menerus berdebat.


FAQ

1. Apa itu food divorce?

Food divorce adalah istilah untuk pasangan yang memilih makanan berbeda atau mengatur urusan makanan secara terpisah tanpa berarti hubungan mereka berakhir.

2. Apakah food divorce berarti pasangan sudah tidak harmonis?

Tidak. Food divorce tidak selalu menunjukkan adanya masalah dalam hubungan. Bagi sebagian pasangan, hal ini justru menjadi cara untuk menghargai perbedaan selera dan kebutuhan masing-masing.

3. Apa contoh food divorce dalam hubungan?

Contohnya, satu pasangan makan salad sementara pasangannya memilih burger. Mereka juga bisa memasak menu berbeda, membeli bahan makanan sendiri, atau memiliki stok makanan masing-masing.

4. Mengapa pasangan memilih food divorce?

Alasannya bisa karena perbedaan selera, pola makan, alergi, jadwal aktivitas, kebutuhan tertentu, atau sekadar ingin menikmati makanan yang disukai tanpa harus memaksa pasangan mengikuti pilihannya.

5. Apakah pasangan yang melakukan food divorce tetap bisa makan bersama?

Bisa. Food divorce bukan berarti pasangan harus selalu makan terpisah. Mereka tetap dapat makan bersama ketika memiliki menu atau waktu makan yang sama-sama diinginkan.


Kesimpulan

Food divorce merupakan istilah yang menggambarkan kebiasaan pasangan untuk memiliki pilihan makanan masing-masing tanpa menganggap perbedaan tersebut sebagai masalah dalam hubungan.

Satu pasangan bisa memilih makanan sehat, sementara yang lain menikmati makanan favoritnya. Pada akhirnya, food divorce lebih berkaitan dengan kebebasan memilih, kompromi, dan saling menghargai.

Selama komunikasi dan kedekatan tetap terjaga, makan makanan yang berbeda bukan berarti hubungan sedang mengalami perpisahan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.