BNPB, BMKG, dan Geologi Diusulkan Jadi Satu, Apa Alasannya?

AKURAT.CO Koordinasi antarlembaga menjadi salah satu sorotan dalam upaya memperkuat mitigasi dan penanganan bencana di Indonesia.
Salah satu gagasan yang muncul adalah menyatukan lembaga-lembaga yang memiliki tugas terkait kebencanaan dalam satu payung kelembagaan.
Anggota Komisi V DPR RI, Edy Purwanto, mengusulkan agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta bidang Geologi berada dalam satu lembaga.
Menurutnya, langkah tersebut dapat memperjelas pembagian tugas sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi bencana.
Gagasan tersebut disampaikan setelah muncul wacana Presiden untuk menggabungkan Geologi ke dalam BMKG.
Edy menilai opsi tersebut dapat dikembangkan lebih jauh dengan menyatukan BNPB, BMKG, dan Geologi dalam satu payung.
“Maka sekarang misalnya Pak Presiden membicarakan ada usulan merger antara Geologi masuk kepada BMKG ya? BMKG misalnya. Saya malah berpikir lain. Kenapa enggak BNPB, BMKG, Geologi jadi satu aja? Jadi satu payung, jreb seperti itu,” kata Edy dalam diskusi Koordinator Wartawan Parlemen (KWP) di Kompleks Parlemen, Kamis (10/9/2026).
Menurut Edy, penyatuan kelembagaan akan membuat koordinasi dan pembagian tugas antarlembaga menjadi lebih jelas.
Terlebih, pemerintah memiliki sejumlah program prioritas yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana.
“Koordinasinya jelas satu, apalagi kalau kita lihat program prioritas Pak Presiden yang ke-6, itu kan infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana. Ini kan perlu didiskusikan,” ujarnya.
Ia menilai gagasan Presiden mengenai perubahan kelembagaan tersebut merupakan hal yang baik.
Namun, penerapannya tetap perlu melalui kajian yang matang serta memperhitungkan aspek mitigasi agar perubahan tersebut benar-benar meningkatkan perlindungan bagi masyarakat.
Baca Juga: Dito Ariotedjo Ungkap Awal Tambahan Kuota Haji, Gus Yaqut Tidak Hadir dan Jumlah Belum Dibahas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









