Pemerintah Dorong Percepatan Penanganan Pascakonflik Jayawijaya-Lanny Jaya Lewat Satu Data

AKURAT.CO Pemerintah mendorong percepatan penanganan pascakonflik sosial di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, melalui rehabilitasi dan rekonstruksi berbasis satu data yang valid dan terverifikasi.
Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam, Heri Wiranto, menyatakan pemulihan pascakonflik perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pada tahap pemulihan, BNPB menjadi leading sector dengan dukungan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait.
Menurutnya, percepatan pemulihan pascakonflik di Jayawijaya dan Lanny Jaya memerlukan langkah yang konkret, terpadu, dan terukur dengan didukung satu data yang valid serta pembagian peran yang jelas.
Baca Juga: Buntut Penembakan 3 ASN, Tito Minta TNI-Polri Perkuat Pengamanan Masyarakat di Jayawijaya
"Rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya menyangkut pemulihan rumah dan fasilitas umum, tetapi juga harus memperhatikan keamanan, rekonsiliasi, penerimaan masyarakat, serta pencegahan konflik berulang agar proses pemulihan dapat berjalan berkelanjutan," kata Heri dalam keterangannya, dikutip Selasa (22/9/2026).
Berdasarkan pemutakhiran data Pemerintah Kabupaten Jayawijaya per 17 September 2026, tercatat 333 unit rumah terdampak. Sebanyak 246 penerima manfaat berasal dari Kabupaten Jayawijaya, sedangkan lainnya merupakan masyarakat asal Kabupaten Lanny Jaya, Tolikara, Yahukimo, dan Nduga yang berada di wilayah terdampak.
Pendataan dilakukan secara by name by address, dilengkapi identitas, lokasi, titik koordinat, serta dokumentasi rumah terdampak. Dari 246 penerima manfaat asal Kabupaten Jayawijaya, sebanyak 133 orang telah memiliki dokumen kependudukan. Sementara dokumen 113 orang lainnya dilaporkan terdampak atau terbakar.
"Pemutakhiran data dan penyelesaian administrasi kependudukan karena itu perlu dilakukan bersamaan dengan proses verifikasi. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan diberikan secara tepat orang, tepat jumlahdan tepat sasaran," jelasnya.
Baca Juga: Tiga ASN Tewas di Jayawijaya, Kementerian HAM Soroti Narasi soal Agen Intelijen
Sebagai tindak lanjut, Kemenko Polkam mendorong BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah segera menyusun rencana aksi percepatan pemulihan pascakonflik.
Rencana tersebut mencakup prioritas penanganan, pembagian peran dan tanggung jawab, kebutuhan serta sumber pembiayaan, distribusi material, dukungan pengamanan, target waktu, serta mekanisme monitoring dan evaluasi.
Menurutnya, rehabilitasi dan rekonstruksi perlu dilaksanakan berdasarkan data yang valid dan kebutuhan yang telah terverifikasi. Dengan data yang jelas, pemerintah dapat menentukan prioritas penanganan, kebutuhan pembiayaan, dukungan kementerian/lembaga, serta skema distribusi material secara lebih tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








