Akurat
Pemprov Sumsel

Golkar Yakin Pemilih Jatim Tidak Dominan Ke Anies-Muhaimin

Atikah Umiyani | 13 September 2023, 06:16 WIB
Golkar Yakin Pemilih Jatim Tidak Dominan Ke Anies-Muhaimin

AKURAT.CO - Partai Golkar tidak sepakat klaim suara warga Jawa Timur atau Jatim yang notabene Nahdliyyin bakal dominan ke pasangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di Pemilu 2024.

Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Muhammad Sarmuji meyakini pemilih Jatim tersebar ke sejumlah calon termasuk ke jagoan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto.

"Enggak (hanya ke satu partai), saya yakin sekali," kata Sarmuji kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/9/2023).

Baca Juga: Survei SSC: Perempuan-Milenial Di Jatim Dukung Ganjar Ketimbang Prabowo Dan Anies

Dia mencontohkan hasil Pilpres lalu di mana Prabowo menguasai suara di wilayah Tapal Kuda meliputi Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Banyuwangi.

"Di daerah Tapal Kuda waktu itu, justru pak Prabowo menang. Jadi di daerah yang kekentalannya itu NU di 2019 justru Pak Prabowo menang," ujarnya.

Baca Juga: Sahabat Ganjar Sukses Persatukan Warga Melalui Acara Edukatif-Inspiratif Di Jatim Dan Kaltim

Tak hanya itu, Anggota DPR dari Dapil 6 Jatim ini menyebut, Prabowo juga menang suara di Madura. Padahal, daerah tersebut sangat kental dengan nuansa keislaman dan NU.

Menurutnya, hal itu sebagai bukti bahwa suara NU tidak hanya dikapitalisasi oleh satu partai saja. Tetapi justru dapat tersebar ke partai lain, bahkan dengan suara lebih besar.

"Madura Pak Prabowo ada menang di sana, Madura itu kalau ditanya agamanya apa, orang Madura itu 'agama'-nya NU sebagian besar, sisanya Muhammadiyah. Artinya Islam dan NU itu sangat identik di Madura, tetapi pak Prabowo suaranya sangat besar di 2019," pungkasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.