Kemenperin: Produk Halal Jadi Tren Global, Tak Lagi Terbatas Negara Muslim

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihat tren produk halal kini tak lagi terbatas pada negara-negara muslim.
Kepala Pusat Industri Halal, Kris Sasono Ngudi Wibowo mengatakan produk halal sudah diminati oleh masyarakat global, termasuk di negara-negara non-muslim, salah satunya China.
“Produk halal ini sudah menarik bukan di negara muslim, tapi non muslim. Di China, Jepang, Rusia mungkin masih banyak muslimnya lah. Kemudian di Eropa, itu mereka sudah mulai masuk ke halal,” kata Kris dalam Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2025 di ICE BSD, Sabtu (27/9/2025).
Baca Juga: Penyusunan Roadmap Selesai, Kemenperin Optimis Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Adapun, berdasarkan data dari State of The Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, China menjadi salah satu negara eksportir produk halal terbesar ke negara OKI dengan nilai USD32,51 miliar disusul dengan India senilai USD28,8 miliar dan Brasil USD26,93 miliar.
Kris menjelaskan, ada empat faktor utama yang membuat produk halal semakin diminati secara global. Pertama adalah faktor quality, dimana produk halal memberikan jaminan mutu.
Kedua adalah Future Vibes atau prinsip halal mengandung nilai thayyib atau produk yang baik. Ketiga adalah Value Added and Competitiveness atau produk halal memiliki proposisi nilai yang kuat untuk branding internasional.
Keempat adalah Inclusive Economy atau produk halal menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Menurutnya, aspek-aspek tersebut membuat produk halal tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan keagamaan, tetapi juga sebagai standar kualitas dan gaya hidup modern.
Baca Juga: Revisi Tata Niaga Tekstil, Kemenperin: Tak Semua Impor Lewat Pertimbangan Teknis
“Jadi kalau teman-teman lihat produk halal, sudah pasti dia akan ngikutin yang di depan itu. Makanya kemudian dari sisi industri maka pada saat memproduksi produk halal ini harus terpenuhi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kris menegaskan bahwa Indonesia kini berada di posisi ketiga dalam ekosistem halal global, di bawah Malaysia dan Arab Saudi.
Namun, dirinya optimistis dalam jangka 5 hingga 10 tahun mendatang Indonesia mampu menyalip kedua negara tersebut.
“Harapannya lima tahun ke depan kita geser satu, lima tahun lagi geser satu lagi gitu,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








