Putin: Rusia Akan Tuntaskan Tujuannya dengan Militer, Jika Ukraina Tak Serius untuk Damai

AKURAT.CO Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Ukraina tidak menunjukkan keseriusan untuk berdamai. Menurut Putin, jika Kyiv enggan menyelesaikan konflik secara damai, Moskow akan tetap mencapai seluruh tujuannya dengan kekuatan militer.
Pernyataan itu disampaikan Putin pada Sabtu (27/12) dan dikutip kantor berita pemerintah Rusia, TASS. Ucapan tersebut muncul setelah Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan drone dan rudal ke wilayah Ukraina. Menanggapi serangan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai Moskow justru memperlihatkan keinginannya untuk melanjutkan perang, sementara Ukraina, kata dia, menginginkan perdamaian.
Zelensky dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Florida pada Minggu (28/12) guna membahas upaya penyelesaian perang yang dimulai hampir empat tahun lalu, sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina. Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas pernyataan Putin tersebut.
Di sisi lain, Kremlin mengklaim pasukan Rusia mencatat kemajuan di medan perang. Para komandan militer Rusia melaporkan kepada Putin, dalam kunjungan inspeksi, bahwa pasukan Moskow telah merebut sejumlah kota, termasuk Myrnohrad, Rodynske, dan Artemivka di wilayah Donetsk, serta Huliaipole dan Stepnohirsk di wilayah Zaporizhzhia.
Namun, militer Ukraina membantah klaim Rusia terkait Huliaipole dan Myrnohrad. Markas Besar Angkatan Bersenjata Ukraina menyebut pernyataan tersebut tidak benar. Dalam keterangan di media sosial, mereka mengatakan situasi di kedua wilayah masih “sulit”, tetapi operasi pertahanan oleh pasukan Ukraina terus berlangsung.
Komando Selatan Angkatan Bersenjata Ukraina juga melaporkan bahwa pertempuran sengit masih terjadi di Huliaipole. Meski demikian, mereka menegaskan sebagian besar wilayah kota tersebut masih berada di bawah kendali pasukan pertahanan Ukraina.
Klaim dari kedua belah pihak terkait perkembangan di medan perang sulit diverifikasi secara independen. Akses ke wilayah konflik sangat terbatas, informasi dikontrol ketat, dan garis depan kerap berubah dengan cepat. Media internasional umumnya mengandalkan citra satelit serta rekaman berpenanda lokasi, yang sering kali bersifat parsial atau tertunda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









