Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Harus Perkuat Diplomasi dan Perlindungan WNI di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Putri Dinda Permata Sari | 1 Maret 2026, 20:30 WIB
Pemerintah Harus Perkuat Diplomasi dan Perlindungan WNI di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono.

AKURAT.CO Komisi I DPR RI menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kawasan hingga berdampak global.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menegaskan perkembangan situasi tersebut bukan hanya memicu penderitaan kemanusiaan yang serius, tetapi juga berisiko terhadap kepentingan nasional Indonesia.

"Komisi I DPR RI menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang terjadi antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Perkembangan ini bukan hanya menimbulkan penderitaan kemanusiaan yang serius bagi masyarakat di kawasan, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas regional serta membawa dampak global yang signifikan," kata Dave saat dihubungi Akurat.co, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga: MUI Ajak Negara Lain Jadi Juru Damai Hentikan Serangan AS-Israel ke Iran

Komisi I menilai Pemerintah Indonesia perlu segera mengambil langkah konkret. Salah satunya memperkuat komunikasi diplomatik dengan negara-negara sahabat, serta mengintensifkan koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam.

Selain itu, Dave menekankan pentingnya penyiapan mekanisme perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia, dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus melindungi kepentingan nasional.

Baca Juga: MUI Kutuk Penyerangan ke Iran, Minta Indonesia Cabut dari BoP

"Upaya ini harus dipandang sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia sekaligus melindungi kepentingan nasional," ujarnya.

Komisi I menegaskan bahwa seluruh langkah diplomasi dan antisipasi yang dijalankan pemerintah harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, konsistensi, serta berlandaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

"Indonesia diharapkan mampu memainkan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan, menjaga kepentingan nasional, sekaligus menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian dunia," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.