Akurat Logo

Genjot Prestasi Paralimpiade, Menpora Erick Thohir Cetak 200 Pelatih Disabilitas Lewat Program 'BERDAYA'

Dian Eko Prasetio | 12 Mei 2026, 17:39 WIB
Genjot Prestasi Paralimpiade, Menpora Erick Thohir Cetak 200 Pelatih Disabilitas Lewat Program 'BERDAYA'
Menpora Erick Thohir saat membuka program Training of Trainers (ToT) bertajuk 'BERDAYA' yang berlangsung di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026). NPC INDONESIA

AKURAT.CO, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi memulai langkah strategis untuk memperkuat akar rumput olahraga disabilitas nasional.

Melalui program Training of Trainers (ToT) bertajuk BERDAYA, sebanyak 200 pelatih terpilih dari 29 provinsi digembleng untuk menjadi ujung tombak pencarian bakat atlet disabilitas di daerah.

Acara kick-off program ini berlangsung di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026). Program yang berlangsung hingga 12 Mei ini diproyeksikan menjadi mesin pencetak atlet disabilitas berstandar dunia.

Menpora RI, Erick Thohir, menegaskan bahwa pembangunan atlet yang kuat mustahil terwujud tanpa kehadiran pelatih yang kompeten di daerah. Oleh karena itu, sertifikasi dan peningkatan kualitas pelatih menjadi harga mati.

"Untuk menciptakan banyak atlet, perlu pelatih. Alhamdulillah, hari ini kita coba sertifikasi agar mereka kembali ke daerah dengan kualifikasi sebagai pakar kepelatihan. Kita akan tambah terus kuotanya setiap tahun," kata Erick Thohir di sela peninjauan program.

Erick memaparkan bahwa dengan populasi disabilitas di Indonesia yang mencapai 22,9 juta jiwa, potensi atlet muda sangatlah besar. Saat ini, sekitar sebelas persen dari jumlah tersebut sudah gemar berolahraga, namun masih minim akses pembinaan profesional.

"Ini adalah program yang benar-benar pakai hati. Kita dorong terus karena Bapak Presiden dalam Asta Cita-nya sangat peduli dengan disabilitas," jelasnya.

Senada dengan Menpora, Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar kompetisi, melainkan pemerataan akses pembinaan di seluruh pelosok tanah air.

"Kita berterima kasih kepada Bapak Menpora Erick Thohir. Ini baru pertama kali diselenggarakan untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya. Saya harap peserta jangan cuma sekadar ikut, lakukan yang terbaik di daerah masing-masing," kata Senny.

Guna memastikan pembinaan berjalan transparan dan terukur, Kemenpora dan NPC Indonesia menggandeng Kejaksaan Agung RI melalui aplikasi JAGAIN (Jaksa Garda Inklusi). Inovasi digital ini berfungsi sebagai database nasional untuk memantau perkembangan atlet dari tingkat daerah hingga pusat.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, yang juga merupakan Chef de Mission Indonesia untuk Asian Para Games Nagoya 2026, menjelaskan bahwa aplikasi ini akan meminimalisir atlet yang tercecer.

"Dengan database ini, kita bisa melihat atlet yang muncul atau yang pensiun. Ada metode pra-pelatihan jarak jauh, sehingga pelatih di daerah terkoneksi langsung ke NPC Pusat. Ketua Umum pun bisa memantau perkembangan atlet di setiap daerah secara real-time," jelas Reda.

Dengan sinergi antara pelatihan pelatih, dukungan anggaran kementerian, dan pengawasan berbasis digital, Indonesia optimistis mampu mempertahankan dominasinya di kancah olahraga disabilitas internasional, termasuk membidik prestasi tinggi di Nagoya mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.