Permintaan Mobil Listrik Keluarga di Indonesia Melonjak, Pemerintah Dorong Produksi 7-Seater EV

AKURAT.CO Seiring makin pesatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan mobil listrik berkapasitas besar semakin terasa.
Banyak keluarga berharap hadirnya lebih banyak model mobil listrik 7-penumpang yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat Indonesia.
"Mayoritas keluarga Indonesia punya tiga anak atau lebih. Jadi, ke depan kami berharap produsen EV bisa menyesuaikan dengan kebutuhan lokal," ujar Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Rachmat Kaimuddin, dikutip pada Senin (28/4/2025).
Selama ini, pilihan mobil listrik di pasar nasional masih didominasi model lima penumpang.
Namun, lonjakan minat terhadap kendaraan listrik berukuran lebih besar kini makin terasa seiring tren peralihan energi bersih di sektor transportasi.
Rachmat menyampaikan, pemerintah optimistis bahwa target penjualan 100.000 unit kendaraan listrik hingga akhir 2025 bisa tercapai. Keyakinan itu muncul setelah melihat tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Pentingnya Label Karya AI: Pakar Ingatkan Soal Etika dan Akurasi Informasi
"Penjualan mobil listrik kita terus meroket. Tahun 2024, naik 152,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 17.000 menjadi 43.000 unit. Tahun ini, hingga pertengahan April saja sudah terjual lebih dari 16.000 unit," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki semua modal untuk menjadi pemain utama di industri EV global: dari sumber daya alam, rantai pasok, hingga basis manufaktur.
"Transisi ke kendaraan listrik bukan hanya soal ramah lingkungan, tapi juga bagian penting dalam memperkuat kemandirian energi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperbaiki kualitas udara kita," tegas Rachmat.
Dengan meningkatnya kesadaran konsumen dan dukungan penuh dari pemerintah, Indonesia bergerak cepat menuju masa depan transportasi yang lebih hijau, lebih mandiri, dan lebih ramah keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










